Kacabdisdik Wilayah XI Provsu dan Kapolres Madina Jadi Narasumber Utama LDK OSIS SMAN 2 Plus Panyabungan 2025–2026

/ Selasa, 18 November 2025 / 15.18.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – MADINA — Pagi itu, Selasa (18/11/2025), udara di halaman SMAN 2 Plus Panyabungan terasa berbeda. Ratusan siswa berdiri rapi, sebagian menahan haru ketika tabuhan Gordang Sambilan menggema mengiringi penyambutan tamu kehormatan. Ini bukan sekadar pembukaan kegiatan sekolah, tetapi langkah awal perjalanan panjang mereka sebagai calon pemimpin muda. Tepat pukul 08.00 WIB, dua sosok penting tiba: Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh, S.H., S.I.K., dan Kacabdisdik Wilayah XI Provsu Dr. Tetti Mahrani Pulungan, S.Pd., M.Pd. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa masa depan para pelajar ini benar-benar dipedulikan.


Penyambutan budaya melalui Tari Sanggar Tano Sere menghadirkan suasana emosional. Bagi para peserta, itu bukan hanya simbol penghormatan, tetapi pengingat bahwa identitas Mandailing merupakan fondasi moral dalam kepemimpinan. Beberapa siswa bahkan mengaku bangga sekaligus tersentuh. “Serasa diingatkan bahwa menjadi pemimpin itu harus tetap ingat dari mana kita berasal,” ujar seorang peserta dengan mata berbinar.


Suasana semakin bermakna saat Kapolres Madina membuka acara sekaligus memimpin Penandatanganan MoU Zona Integritas Tertib Berlalu Lintas. Para pelajar menyaksikan momen itu dengan keseriusan yang jarang terlihat di acara formal lainnya. Bagi mereka, kerja sama antara sekolah dan kepolisian terasa seperti bentuk perlindungan nyata. MoU itu bukan hanya tanda tangan di atas kertas—melainkan harapan agar tidak ada lagi teman sebaya yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.


Memasuki ruang materi, perhatian peserta langsung tertuju pada sosok Dr. Tetti Mahrani Pulungan. Dengan gaya penyampaian yang lembut namun tegas, beliau menjelaskan isu pencegahan perundungan, bahaya narkoba, hingga disiplin berlalu lintas. Yang membuat sesinya begitu menyentuh bukan sekadar data yang ditunjukkan, tetapi cara beliau mengaitkannya dengan kisah-kisah nyata. Beberapa peserta tampak menunduk, seolah mengingat pengalaman pahit tentang perundungan. Ada pula yang terkejut saat mendengar fakta meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. “Kalian bukan hanya pelajar. Kalian pemimpin masa depan. Dan pemimpin itu harus mampu melindungi dirinya sebelum melindungi orang lain,” kata Dr. Tetti, membuat ruangan hening beberapa detik.


Pada beberapa bagian, Dr. Tetti memberi ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman pribadi. Mulai dari tekanan sosial, konflik di sekolah, hingga ketakutan saat berkendara motor tanpa perlindungan. Tak sedikit yang akhirnya berani angkat suara. Momen ini menjadi titik paling humanis dalam LDK—ketika para siswa tidak hanya belajar, tetapi juga merasa didengar dan dihargai sebagai manusia yang sedang bertumbuh.


Materi keselamatan berlalu lintas kemudian terasa semakin relevan. Di antara peserta, beberapa mengaku pernah hampir celaka karena tidak memakai helm atau menyeberang tanpa memperhatikan kondisi jalan. Kisah-kisah kecil ini membuka kesadaran bahwa kedisiplinan bukan sekadar aturan, melainkan perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga.


Saat sesi bahaya narkoba dimulai, suasana semakin serius. Dr. Tetti menjelaskan dengan bahasa yang mudah dicerna belasan tahun. Ia menuturkan betapa cepatnya narkoba merusak otak, menghancurkan impian, dan memutus masa depan. Banyak siswa terdiam; sebagian saling memandang, seolah mengingatkan bahwa mereka harus menjaga diri dan teman. Kegiatan ini tak hanya memberi pengetahuan, tetapi membangun rasa peduli dan tanggung jawab bersama.


Menutup kegiatan, Kepala SMAN 2 Plus Panyabungan Hendri, M.Pd., memberikan pesan yang hangat. Ia menegaskan bahwa LDK bukan sekadar program tahunan, melainkan ruang tumbuh—wadah bagi para siswa membentuk karakter sebagai pemimpin yang peka, tangguh, berbudaya, dan bertanggung jawab. “Kalian hari ini mungkin baru belajar memimpin. Tapi suatu hari nanti, kalianlah yang akan memimpin daerah ini,” ucapnya. Tepuk tangan panjang pun bergema, menggambarkan kebanggaan para peserta.


Kegiatan LDK hari itu bukan hanya rangkaian pembekalan. Ia adalah cerita—tentang keberanian para remaja untuk berubah, tentang kolaborasi lintas institusi demi melindungi generasi muda, dan tentang harapan bahwa dari sekolah ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter dan berintegritas. (PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: