Kecamatan Sayurmatinggi Torehkan Prestasi di Dua Ajang Bergengsi HUT Tapsel ke-75: Anak-anak PAUD hingga Remaja Jadi Sumber Kebanggaan Warga

/ Kamis, 20 November 2025 / 20.27.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Di balik hiruk pikuk perayaan Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ke-75, ada cerita tentang harapan, kerja keras, dan kebanggaan yang lahir dari tangan-tangan kecil anak-anak Kecamatan Sayurmatinggi. Dari panggung Gebyar PAUD hingga ajang literasi remaja di Perpustakaan Lafran Pane, mereka tampil bukan hanya sebagai peserta lomba, tetapi sebagai wajah masa depan yang sedang bertumbuh penuh semangat.


Di Gedung Serbaguna Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel, Kamis (20/11/2025), suasana haru tampak pada guru dan orang tua saat menyaksikan anak-anak PAUD tampil percaya diri. Ketika peserta story telling putri dari Sayurmatinggi diumumkan sebagai Juara 1, sorak bahagia langsung pecah. Gadis kecil itu bahkan sempat memeluk gurunya sambil menahan air mata haru—momen yang membuat banyak penonton tersenyum bangga. Ceritanya yang penuh ekspresi dan intonasi menyentuh membuat juri terpikat sejak awal.


Tak kalah mengharukan, peserta story telling putra yang meraih Juara 2 tampil dengan gaya lugas namun penuh keberanian. Di usia yang masih sangat belia, ia berhasil berdiri tegak di depan banyak orang—sesuatu yang bagi sebagian anak seusianya masih menjadi tantangan besar. Para orang tua yang hadir menyebut bahwa kepercayaan diri sang anak meningkat pesat selama masa latihan.


Pada cabang Senam Anak Indonesia Hebat, tim PAUD Sayurmatinggi yang meraih Juara 3 tampil dengan tarikan napas tersengal namun penuh semangat. Beberapa anak bahkan masih menghafal gerakan di menit-menit terakhir jelang tampil. Ketika dinyatakan menang, wajah-wajah mungil itu terlihat berbinar—bagi mereka, kemenangan bukan sekadar piala, tetapi bukti bahwa usaha kecil mereka dihargai.


Di ajang berbeda namun sarat makna, empat peserta dari Sayurmatinggi juga menunjukkan keteguhan hati dalam Kompetisi Literasi Perpustakaan Lafran Pane, Selasa (18/11/2025). Pada kategori puisi tingkat SLTP, baik putra maupun putri sama-sama meraih Juara 2. Para remaja itu mengaku menulis puisi mereka dari pengalaman sehari-hari—tentang kampung halaman, keluarga, dan mimpi mereka. Guru pendamping bahkan menyebut bahwa beberapa di antara mereka menghabiskan waktu malam untuk mengolah diksi karena ingin tampil maksimal.


Untuk jenjang SD, hasil membanggakan juga diraih. Puisi putra SD meraih Juara 2, sementara kategori putri meraih Juara Harapan 1. Meski belum meraih juara utama, peserta putri justru menjadi sorotan karena keberaniannya tampil meski sempat gugup sebelum naik ke panggung. Seusai lomba, ia tersenyum sambil berkata, “Saya nggak mau menyerah, Bu. Tahun depan saya coba lagi.”


Camat Sayurmatinggi, Enri Cofermi Batubara, M.Pd., tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut bahwa prestasi ini adalah hasil kerja bersama—antara guru yang sabar membimbing, orang tua yang memberikan dukungan moral, dan anak-anak yang belajar menghadapi dunia dengan penuh keberanian. “Mereka ini masa depan kita. Kemenangan mereka adalah kemenangan seluruh warga Sayurmatinggi,” ujarnya.


Serangkaian prestasi di dua ajang besar ini bukan hanya menambah daftar penghargaan kecamatan, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah inspiratif tentang bagaimana dukungan, perhatian, dan kasih sayang mampu membentuk karakter anak sejak dini. Sayurmatinggi telah membuktikan bahwa ketika sebuah daerah percaya pada pendidikan, maka anak-anaknya akan tumbuh menjadi sumber cahaya yang menerangi masa depan.(PS/BERMAWI)




Komentar Anda

Terkini: