Kepala SMKN 1 Angkola Timur Indra Muda Rambe S.Pd
POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Selatan ke-75 pada tahun 2025 tidak hanya dirayakan melalui rangkaian seremoni, tetapi juga melalui kegiatan olahraga yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Lomba Lari 5 Kilometer yang digelar di seputaran Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan ini menjadi simbol semangat Tapsel Bangkit, sebagaimana tema besar peringatan tahun ini.
Secara ilmiah, olahraga lari merupakan aktivitas fisik yang terbukti meningkatkan kesehatan kardiovaskular, kapasitas paru-paru, serta daya tahan tubuh. Tidak mengherankan bila pemerintah daerah menjadikan event ini sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat. Meski hujan mengguyur kawasan tersebut sejak pagi, antusiasme peserta tidak surut sedikit pun. “Main hujan-hujanan pun tak apalah,” ujar salah seorang peserta, menegaskan tingginya semangat masyarakat dalam memeriahkan HUT Tapsel ke-75.
Pelaksanaan lomba di area perkantoran Pemkab Tapsel dipilih karena lingkungan tersebut memiliki kontur jalan yang ideal untuk kegiatan lari jarak menengah. Dengan rute yang mendaki peserta dapat menjaga ritme kecepatan secara optimal, sementara pengawasan keamanan dapat dilakukan secara lebih efektif. Selain itu, lokasi ini juga mencerminkan pusat administrasi publik yang tengah berbenah menuju tata kelola pemerintahan modern.
Partisipasi para tokoh pendidikan dalam agenda ini turut memberi dimensi menarik terhadap penyelenggaraan lomba. Kepala SMKN 1 Angkola Timur, Indra Muda Rambe, S.Pd, hadir sebagai salah satu peserta yang ikut berlari hingga garis finis. Keikutsertaan beliau menunjukkan bahwa pemimpin lembaga pendidikan juga memiliki tanggung jawab moral dalam mempromosikan gaya hidup aktif dan sehat, sekaligus menjadi teladan bagi para siswa.
Dari perspektif ilmiah, partisipasi tokoh publik seperti pendidik, camat, maupun pejabat daerah, pelajar dapat meningkatkan efek psikologis positif bagi masyarakat. Konsep ini dikenal sebagai social modeling, di mana masyarakat cenderung meniru perilaku baik yang diperlihatkan oleh figur yang dianggap kredibel. Kehadiran Kepala SMKN 1 Angkola Timur menjadi salah satu bentuk teladan nyata yang memperkuat pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sebagai ajang olahraga, lomba lari ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat interaksi sosial antarwarga. Para peserta dari berbagai kecamatan dapat saling berbaur tanpa sekat, menciptakan suasana kebersamaan yang menjadi fondasi sosial penting dalam pembangunan daerah. Interaksi ini berperan dalam memperkuat social capital, yaitu jejaring kepercayaan dan solidaritas yang mendukung efektivitas pembangunan masyarakat.
Pada akhirnya, kegiatan Lomba Lari 5 KM bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi juga refleksi bahwa Tapanuli Selatan benar-benar tengah bergerak menuju perubahan yang lebih sehat, kompak, dan progresif. Dengan partisipasi masyarakat yang tinggi, dukungan cuaca yang tidak menyurutkan semangat, dan kehadiran tokoh pendidikan seperti Indra Muda Rambe, peringatan HUT Tapsel ke-75 menjadi momentum penting untuk menegaskan identitas TAPSEL BANGKIT—sebuah visi yang menempatkan kesehatan, kebersamaan, dan pembangunan berkelanjutan sebagai prioritas utama.(PS/BERMAWI)
