Pemkab Tapsel Gelar Gerakan Nasional dan Politik Revolusi Mental 2025 di SMAN 1 Angkola Selatan: Penguatan Karakter Siswa Jadi Fokus Utama

/ Kamis, 20 November 2025 / 10.25.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Pelaksanaan Gerakan Nasional dan Politik Revolusi Mental 2025 di SMAN 1 Angkola Selatan pada Rabu pagi menghadirkan atmosfer pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Ruang aula sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas rutin kini berubah menjadi pusat edukasi karakter, mempertemukan siswa dengan pemangku kebijakan lintas sektor yang memiliki kontribusi strategis dalam pembangunan nasional. Kegiatan ini menjadi ruang dialog ilmiah yang melampaui sekadar seremonial, karena menopang upaya penguatan mental, moral, dan nasionalisme generasi muda.


Kehadiran sejumlah pejabat daerah menarik antusiasme peserta didik. Kaban Kesbangpol Tapsel, Hamdi S. Pulungan, tiba sebagai pemateri utama, disusul Pasi Intel Kodim 0212/TS Kapten Inf Samson Marbun, Camat Angkola Selatan, serta Kasubsi Intel Kejaksaan Negeri Tapsel, Agung Tampubolon. Kolaborasi lintas lembaga ini memerlihatkan pendekatan multidisipliner dalam pendidikan karakter: sektor pemerintahan, pertahanan, dan hukum hadir bersamaan untuk memperkuat wawasan kebangsaan para siswa.


Pada sesi pembukaan, lagu Indonesia Raya berkumandang dengan lantang, membangkitkan resonansi emosional di antara peserta. Fenomena ini menarik dalam perspektif psikologi pendidikan, karena simbol-simbol kebangsaan terbukti mampu memicu collective emotional experience yang memperkuat identitas nasional. Salah satu siswi bahkan tampak menitikkan air mata—reaksi spontan yang menunjukkan bahwa internalisasi nilai nasionalisme dapat muncul secara emosional ketika stimulusnya tepat.


Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Angkola Selatan, Ansyaruddin Siregar, S.Pd, menekankan konsep Generasi Emas 2045. Pernyataan bahwa “ilmu penting, tetapi mental jauh lebih penting” menggambarkan pendekatan keseimbangan aspek kognitif dan afektif dalam pendidikan modern. Pernyataan itu tidak hanya bersifat normatif, melainkan selaras dengan teori-teori pendidikan yang menyatakan bahwa kompetensi karakter menjadi pilar penting dalam menghadapi tantangan global.


Sesi berikutnya diisi oleh Hamdi S. Pulungan, yang berbicara tentang revolusi mental sebagai proses transformasi nilai yang dimulai dari hal paling sederhana, yaitu cara siswa menghargai diri sendiri dan lingkungan sekolah. Ia bahkan menyisipkan refleksi pribadi saat pernah menjabat sebagai Camat di wilayah tersebut. Pendekatan naratif seperti ini memiliki nilai ilmiah tersendiri, karena memberikan contextual learning yang memungkinkan siswa memahami teori melalui pengalaman nyata.


Hamdi juga menyoroti fenomena melemahnya kedisiplinan generasi muda sebagai salah satu alasan lahirnya program revolusi mental secara nasional. Ia menegaskan bahwa aturan sekolah bukanlah sekadar pembatas, tetapi instrumen pembentuk karakter dan pola pikir yang terstruktur. Pesan ini relevan dengan konsep behavior shaping dalam kajian psikologi sosial, di mana regulasi berperan sebagai stimulus pembentuk perilaku positif.


Kehadiran perwakilan TNI dan Kejaksaan turut memperkaya perspektif siswa. Materi tentang keamanan nasional, etika hukum, dan tanggung jawab warga negara disampaikan tidak hanya sebagai teori, tetapi sebagai bagian dari praktik nyata penyelenggaraan negara. Siswa yang sebelumnya hanya mengenal institusi tersebut melalui buku kini mendapat pemahaman langsung melalui interaksi interpersonal yang hangat dan dialogis.


Secara keseluruhan, kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini memberikan pemahaman komprehensif kepada para siswa mengenai nilai-nilai mentalitas positif yang ingin dibangun pemerintah. Interaksi langsung antara siswa dan pejabat publik menunjukkan bahwa pembinaan karakter bukan hanya konsep akademik, tetapi realitas yang hadir dan menyentuh kehidupan mereka. Pelaksanaan Gerakan Nasional dan Politik Revolusi Mental 2025 di SMAN 1 Angkola Selatan menjadi bukti bahwa proses pembangunan bangsa dapat dimulai dari ruang sederhana—ruang kelas—yang dihuni oleh generasi pembawa harapan.(PS/BERMAW)




Komentar Anda

Terkini: