SMKN 1 Marancar Jadi Tuan Rumah FGI Tapsel Goes To School: Penguatan Literasi Remaja Menuju Masa Depan Berkualitas

/ Senin, 17 November 2025 / 09.42.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — SMK Negeri 1 Marancar menjadi pusat edukasi remaja pada Senin (10/11/2025) setelah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Forum Genre Indonesia (FGI) Tapanuli Selatan Goes To School. Dengan tema “Remaja Cerdas, Masa Depan Berkualitas”, program ini dirancang sebagai upaya ilmiah untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, ketahanan mental, hingga pembangunan karakter. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara PT Agincourt Resources, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Tapanuli Selatan, serta Forum Genre Indonesia Provinsi Sumatera Utara.


Secara konseptual, program ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat literasi remaja dalam menghadapi perubahan sosial dan tantangan era digital. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan kognitif dan sosial sehingga membutuhkan edukasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan usia dini, serta pentingnya perencanaan masa depan. Melalui pendekatan edukatif yang terstruktur, kegiatan ini diharapkan memberi pondasi ilmiah bagi remaja untuk mengambil keputusan yang lebih sehat dan bertanggung jawab.


Kepala SMK Negeri 1 Marancar, Afwan Tarihoran, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperluas wawasan peserta didik. Ia menegaskan bahwa pernikahan dini, berdasarkan berbagai studi kesehatan dan sosial, terbukti berdampak negatif terhadap kualitas hidup remaja—mulai dari terhentinya pendidikan, risiko kesehatan reproduksi, hingga potensi munculnya kemiskinan antar-generasi. Karena itu, ia mengajak pelajar untuk fokus belajar, memiliki cita-cita jelas, dan merancang masa depan dengan penuh kesadaran.


Dalam konteks pendidikan, pesan tersebut relevan dengan hasil riset nasional yang menunjukkan hubungan kuat antara penundaan usia pernikahan dan meningkatnya keberhasilan akademik serta ekonomi di masa depan. Sekolah sebagai institusi pembentuk karakter memainkan peran sentral dalam memastikan siswa memahami informasi berbasis bukti, sehingga mampu menavigasi dinamika kehidupan remaja dengan bijaksana.


Rangkaian kegiatan FGI berlangsung melalui penyuluhan, edukasi interaktif, simulasi, dan diskusi kelompok yang melibatkan siswa secara aktif. Para fasilitator menyajikan materi ilmiah dengan metode partisipatif, mencakup kesehatan reproduksi, manajemen emosi, literasi digital, hingga strategi perencanaan karier sejak usia sekolah. Pendekatan ini memudahkan siswa memahami isu kompleks dengan cara yang lebih aplikatif dan dekat dengan realitas sehari-hari.


Wakil Kesiswaan sekaligus Pembina Genre SMKN 1 Marancar, Elida Hannum, S.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter dan kesadaran diri bagi siswa. Menurutnya, pengalaman belajar melalui diskusi dan interaksi langsung dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan empati sosial—dua kompetensi penting yang dibutuhkan remaja di era kompetitif saat ini.


Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam berdialog, menjawab pertanyaan, hingga mengikuti permainan edukatif. Tingginya partisipasi ini menjadi indikator keberhasilan metode pembelajaran berbasis partisipasi, yang menurut kajian pendidikan modern terbukti efektif dalam meningkatkan retensi pengetahuan dan kepercayaan diri remaja.


Di sisi lain, kolaborasi lintas lembaga pada kegiatan ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan industri dalam pembinaan generasi muda. PT Agincourt Resources memberi dukungan pada aspek pemberdayaan masyarakat, Dinas P2KB memastikan validitas materi kesehatan publik, sementara Forum Genre Indonesia membawakan pendekatan persuasif dan komunikatif yang mudah diterima remaja. Sinergi ini menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di sekolah lain.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, para penyelenggara berharap lahir remaja Tapanuli Selatan yang lebih siap menghadapi tantangan global, memiliki kecakapan hidup yang baik, serta mampu merancang masa depan berdasarkan pengetahuan ilmiah. Edukasi ini menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan generasi cerdas, tangguh, dan berkarakter—pondasi penting menuju masa depan yang berkualitas. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: