POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Di tengah suasana keprihatinan akibat berbagai musibah yang melanda, lantunan sholawat dan zikir menggema dari halaman SD Negeri 101112 Sipange, Kamis (18/12/2025). Anak-anak berseragam sekolah duduk bersimpuh, menengadahkan tangan kecil mereka, memanjatkan doa untuk keselamatan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Indonesia. Pemandangan itu menjadi potret ketulusan dunia pendidikan dalam merespons duka dengan harapan.
Kegiatan Sholawat, Zikir, dan Doa Bersama tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bagi para siswa, guru, dan masyarakat yang hadir, kegiatan ini menjadi ruang menenangkan batin sekaligus menumbuhkan empati sejak dini. Di tengah keterbatasan usia, para siswa diajak memahami bahwa kepedulian terhadap sesama bisa dimulai dari doa dan kebersamaan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, Efrida Yanti Pakpahan, yang turut hadir, tampak larut dalam suasana khidmat. Ia mengapresiasi inisiatif sekolah yang mampu menghadirkan pendidikan dengan sentuhan kemanusiaan. Menurutnya, kegiatan seperti ini mengajarkan anak-anak bahwa kecerdasan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang kepekaan hati dan kepedulian sosial.
Kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran Camat Sayur Matinggi, Enri Cofermi, M.Pd, para kepala desa, pengawas sekolah, serta tokoh masyarakat. Duduk berdampingan tanpa sekat jabatan, mereka menyatu dalam doa. Momen tersebut menjadi simbol kuat bahwa musibah adalah urusan bersama, yang hanya bisa dihadapi dengan solidaritas dan persatuan.
Plt Kadia Pemdidikan Efrida Yanti Pakpahan STP MM didampingi Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi Batubara M.Pd mangupa upa siswa
Dalam pesannya, Camat Sayur Matinggi menuturkan bahwa doa bersama di sekolah memiliki makna mendalam. Selain mendekatkan diri kepada Tuhan, kegiatan ini menjadi pelajaran hidup bagi siswa tentang empati, kesabaran, dan keteguhan moral. Nilai-nilai inilah yang diharapkan tumbuh dan melekat dalam diri anak-anak hingga dewasa kelak.
Kepala SD Negeri 101112 Sipange, Nu Asia Siregar, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan bersama. Ia berharap, melalui sholawat dan zikir, peserta didik belajar menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual. “Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang pintar, berakhlak, dan peduli,” ujarnya dengan penuh harap.
Suasana keakraban semakin terasa saat acara ditutup dengan makan bersama mangupa-upa yang dipersiapkan oleh kepala sekolah dan para guru untuk para siswa yang rumahmya hanyut dan rata dengan tanah. Tawa kecil anak-anak, kebersamaan sederhana, dan perhatian tulus para pendidik menjadi penutup hangat dari rangkaian kegiatan tersebut.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang menanamkan nilai kemanusiaan. Dari SD Negeri 101112 Sipange, pesan sederhana namun kuat disampaikan: di tengah musibah, doa, kepedulian, dan kebersamaan adalah sumber kekuatan bersama. (PS/BERMAWI)
Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi Batubara M.Pd didampingi Kepala Sekolah Nur Asia Siregar S.Pd mangupa upa siswa


