POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bersama lintas sektoral menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan “Hari Pamungkas” atau hari terakhir fokus pencarian korban banjir dan longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat. Rakor berlangsung di Posko Tanggap Darurat, Senin (1/12/2025).
Agenda ini menjadi langkah akhir penyelesaian total operasi pencarian korban bencana alam yang melanda pada 25 November 2025 lalu. Hingga hari keenam, masih ada dua warga yang dilaporkan hilang.
Rakor dipimpin Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan SH MH, didampingi Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB, Nelwan Harahap. Turut hadir perwakilan Basarnas, Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, TNI-Polri, serta berbagai instansi terkait.
Pada “Hari Pamungkas” besok, pencarian akan dipusatkan pada satu unit rumah warga beserta area sekitarnya. Lokasi itu dipilih karena secara teknis dinilai sebagai titik terakhir aktivitas korban sebelum tertimbun material longsor. Operasi pada titik tersebut telah mendapatkan persetujuan langsung dari pemilik rumah.
Bupati Oloan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel yang telah bekerja tanpa henti sejak hari pertama bencana. Ia menyatakan bahwa besok akan ada penambahan personel dan alat berat untuk memastikan penyisiran akhir berjalan optimal.
“Besok kita perkuat seluruh lini pencarian, terutama sektor rumah warga yang menjadi fokus utama. Semoga hasil maksimal dapat kita capai,” ujar Bupati Oloan.
Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty menyampaikan terima kasih atas koordinasi yang solid selama enam hari masa tanggap darurat. Ia memastikan Polres Humbahas akan menambah personel untuk mempercepat pengerjaan operasi lapangan.
Direktur BNPB, Nelwan Harahap, memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Menurutnya, Humbang Hasundutan merupakan salah satu daerah tercepat dalam menetapkan titik posko darurat dan lokasi pengungsian.
“Kekompakan tim luar biasa. Kolaborasi berjalan sangat solid. Kecepatan penetapan posko berdampak besar pada kelancaran penyaluran bantuan dan pelayanan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga menyebut, pemerintah daerah sudah menunjukkan kesiapan memasuki tahap pascabencana, mulai dari pemulihan kebutuhan warga hingga rencana pembangunan kembali infrastruktur terdampak. Terkait bantuan hunian, pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama pemerintah pusat.
Nelwan menegaskan, masa tanggap darurat yang ditetapkan selama tujuh hari bisa diperpanjang jika pencarian dan penanganan belum tuntas. Operasi pencarian resmi SAR berakhir pada hari ketujuh, namun pengawasan kondisi lapangan tetap dilakukan bersama Pemkab.
“Jika besok belum ditemukan, masa tanggap darurat dapat diperpanjang sampai 9 Desember 2025,” jelasnya.
Pemerintah berharap pelaksanaan “Hari Pamungkas” dapat memberikan hasil maksimal, sekaligus menjadi tahapan penting sebelum masuk ke fase pemulihan pascabencana di Kabupaten Humbang Hasundutan. (PS/BN).
