Helikopter Presiden Mendarat di Pandan: Pemerintah Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Bencana

/ Senin, 01 Desember 2025 / 14.33.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah kecamatan dalam beberapa hari terakhir. Presiden bertolak dari Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Tapanuli Utara, menggunakan Helikopter Caracal TNI AU pada Senin siang.

Selama penerbangan sekitar 25 menit menuju Tapteng, Presiden memantau dari udara kondisi wilayah yang terdampak, termasuk luapan sungai dan kerusakan infrastruktur. Helikopter kemudian mendarat di Lapangan GOR Pandan, yang kini difungsikan sebagai pusat komando penanganan bencana.

Setibanya di lokasi, Presiden disambut jajaran pemerintah daerah, BNPB, BPBD Sumut, TNI–Polri, serta relawan. Ratusan warga yang berada di sekitar GOR tampak menyambut dengan antusias.

Di dalam posko utama, Presiden Prabowo menyapa para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia. Ia menanyakan kebutuhan mendesak, kondisi kesehatan, serta dampak banjir terhadap rumah-rumah warga.

“Kita pastikan semua kebutuhan saudara-saudara terpenuhi. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujar Presiden.

Presiden kemudian meninjau dapur umum, pos kesehatan, dan gudang logistik. Ia mengecek stok beras, air minum, makanan siap saji, selimut, serta perlengkapan bayi. Petugas kesehatan melaporkan adanya keluhan ISPA, demam, dan diare di kalangan pengungsi. Presiden meminta pelayanan kesehatan beroperasi 24 jam dan memberi prioritas kepada kelompok rentan.

Dalam rapat singkat bersama Forkopimda Tapteng dan tim penanganan bencana, Presiden menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi.

“Bencana ini harus ditangani cepat, tepat, dan menyeluruh. Saya minta laporan harian mengenai distribusi bantuan, jumlah pengungsi, dan kondisi kesehatan warga. Tidak boleh ada desa yang tak terjangkau,” tegasnya.

Instruksi ini ditujukan kepada jajaran BPBD, pemerintah kabupaten, TNI–Polri, hingga relawan di lapangan.

Salah satu hambatan utama penanganan adalah keterbatasan bahan bakar akibat akses jalan yang tertutup lumpur dan material banjir. Kendala ini sempat mengganggu pergerakan alat berat dan distribusi bantuan.

Dalam laporannya, petugas menyebutkan bahwa jalur distribusi kini telah membaik setelah kapal berukuran besar dapat kembali merapat di Pelabuhan Sibolga. Hal ini memungkinkan pasokan BBM, bahan pangan, dan obat-obatan masuk tanpa hambatan besar.

“Kita sudah percepat distribusi. Kapal besar sudah merapat, sehingga pasokan logistik akan terus masuk,” ujar Presiden.

Presiden juga meminta data terbaru mengenai jumlah pengungsi per kecamatan, kerusakan jalan dan jembatan, titik banjir yang belum surut, kebutuhan alat berat, hingga layanan air bersih dan listrik.

Sejumlah warga yang ditemui Presiden mengaku rumah mereka terendam hingga setinggi dada orang dewasa. Banyak keluarga kehilangan perabot, dokumen penting, dan pakaian. Meski dalam kondisi sulit, mereka mengaku lega melihat kehadiran Presiden yang meninjau langsung situasi di lapangan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan Tapanuli Tengah. Dengan perbaikan distribusi logistik, penguatan pos kesehatan, dan koordinasi lintas lembaga, diharapkan bantuan dapat menjangkau seluruh warga terdampak dalam waktu cepat. (PS/BN) 

Komentar Anda

Terkini: