Longsor Ancam PLTA Sipulak, Bupati dan Kapolres Humbang Hasundutan Lakukan Pengecekan Mendesak Di Pakkat

/ Jumat, 05 Desember 2025 / 09.21.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Situasi genting terjadi di kawasan PLTA Energi Sakti Sentosa Sipulak di Desa Purba Bersatu, Kecamatan Pakkat, setelah longsor besar menimbun aliran sungai tepat di atas area turbin. 

Kondisi ini mendorong Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, bersama Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Arthur Sameaputty, turun langsung ke lokasi pada Kamis, 4 Desember 2025, guna memastikan langkah mitigasi berjalan cepat dan tepat.

Plt Kadis Kominfo Humbang Hasundutan, Irma Simanungkalit, menjelaskan bahwa material longsor telah membentuk bendungan alami di atas turbin PLTA, menyebabkan aliran sungai tertutup dan air tertahan. Dampaknya, debit air terus meningkat setiap jam.

 “Jika tekanan air terlalu besar, bendungan tanah bisa runtuh mendadak. Itu berpotensi melepaskan volume air dalam jumlah besar dalam waktu singkat,” ujar Irma.

Jika hujan deras terus berlanjut, risiko jebolnya timbunan longsor kian besar—dan kondisi tersebut dapat menimbulkan banjir bandang di wilayah hilir.

Menyadari ancaman yang dapat merambat hingga ke wilayah tetangga, Bupati Humbang Hasundutan segera berkoordinasi dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat di daerah: Kecamatan Andam Dewi, dan Kecamatan Barus, karena aliran sungai dari PLTA Sipulak mengarah langsung ke dua wilayah tersebut.

Bupati Oloan menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di daerah rawan aliran sungai, mengingat kondisi volume air di hulu yang tidak stabil akibat penumpukan material longsor.

Manajer PLTA Energi Sakti Sentosa, Johan Siahaan, turut mendampingi pengecekan lapangan. Pihaknya memastikan pemantauan kontinyu terhadap: stabilitas timbunan longsor, peningkatan debit air, kemungkinan pergeseran tanah tambahan, serta kesiapan prosedur darurat PLTA.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan meminta masyarakat tetap tenang namun waspada. Informasi resmi disampaikan secara transparan melalui kanal pemerintah daerah dan kepolisian.

Poin penting imbauan kepada masyarakat: Jauhi tepian sungai di wilayah hilir, Pantau informasi resmi, Segera evakuasi mandiri jika hujan ekstrem terjadi dan debit air meningkat.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan Pemkab Humbahas, Polres Humbahas, serta pihak PLTA masih melakukan pemantauan intensif dan mempertimbang -kan opsi teknis untuk mengurangi potensi jebolnya bendungan tanah akibat longsor.

Langkah-langkah teknis mitigasi akan diumumkan setelah kajian risiko teknis selesai dilakukan oleh tim lapangan. (PS/BN) 

Komentar Anda

Terkini: