Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalan di Sihitang, Gotong Royong Warga Jadi Penyelamat Arus Lalu Lintas

/ Sabtu, 20 Desember 2025 / 14.52.00 WIB

PADANGSIDIMPUAN — Sabtu siang yang semula berjalan seperti biasa mendadak berubah tegang di Jalan Tengku Rizal Nurdin, Desa Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Tepat di depan Cafe Srikandi, sebuah pohon besar tumbang sekitar pukul 14.30 WIB dan menutup seluruh badan jalan, memicu kemacetan total dari arah Padangsidimpuan menuju Palopat maupun sebaliknya.

Batang pohon yang melintang tepat di tengah jalan membuat kendaraan roda dua dan roda empat sama sekali tidak dapat melintas.


 Antrean panjang pun tak terhindarkan. Klakson bersahut-sahutan, pengendara turun dari kendaraan, dan aktivitas warga di sekitar lokasi ikut terhenti. Waktu seolah melambat, sementara matahari siang terus menyengat.


Di balik kepadatan itu, tersimpan kisah kepedulian yang menghangatkan. Tanpa menunggu komando, warga sekitar bergerak cepat. Parang, gergaji, dan tali seadanya diambil dari rumah dan warung terdekat. Dengan semangat kebersamaan, mereka bahu-membahu memotong dahan, menyeret batang pohon, dan membuka ruang agar jalan kembali bernapas.


Secara ilmiah, peristiwa pohon tumbang umumnya dipicu oleh kombinasi faktor lingkungan. Struktur perakaran yang melemah akibat kejenuhan air tanah, minimnya daya resap, serta pengaruh angin dan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama.


 Di kawasan perkotaan, tekanan pembangunan dan kepadatan lalu lintas juga kerap mempercepat penurunan daya topang pohon pelindung jalan.

Namun di Sihitang siang itu, faktor alam bertemu dengan kekuatan sosial. Gotong royong yang berlangsung spontan menunjukkan bahwa nilai solidaritas masih hidup kuat di tengah masyarakat. Tak ada yang merasa paling penting, semua bekerja dengan satu tujuan: membuka jalan dan mengembalikan aktivitas warga.


Perlahan namun pasti, sebagian badan jalan berhasil dibersihkan. Kendaraan mulai melintas secara terbatas, antrean pun berangsur terurai. Senyum kelegaan terlihat di wajah pengendara, sementara warga tetap bertahan hingga pembersihan hampir tuntas.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pemeliharaan rutin pohon di ruang publik merupakan bagian penting dari mitigasi risiko perkotaan.


 Di sisi lain, respons cepat warga Sihitang membuktikan bahwa ketika solidaritas dan kepedulian hadir, persoalan sebesar apa pun dapat dihadapi bersama.

Di tengah batang pohon yang tumbang, gotong royong justru berdiri tegak sebagai kekuatan sosial yang tak mudah roboh.

(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: