Situasi Terkini Banjir Dan Longsor Humbang Hasundutan: Hari ke-7 Operasi SAR, Satu Korban Lagi Ditemukan, Satu Masih Hilang

/ Selasa, 02 Desember 2025 / 23.41.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan merilis perkembangan terbaru penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut sejak 25 November 2025. Laporan resmi per 2 Desember 2025 pukul 17.00 WIB menunjukkan bahwa operasi tanggap darurat memasuki hari ke-7 sekaligus hari pamungkas pencarian korban.

Pada hari terakhir operasi pencarian, tim gabungan kembali menemukan satu korban bencana di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat. Korban telah diberikan pelayanan sakramental serta prosesi tabur bunga oleh pihak gereja dan keluarga. Dengan penemuan ini, tersisa satu korban hilang yang masih dalam pencarian, atas nama Roy Simanullang (19), warga Desa Pulo Godang.

Seluruh korban meninggal yang telah ditemukan sebelumnya juga telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Operasi SAR hari ke-7 tetap digelar sejak pagi hari dengan kekuatan penuh tim gabungan dari BPBD Humbang Hasundutan, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur masyarakat. Meski periode tanggap darurat berakhir hari ini sesuai SOP, pencarian terhadap satu korban yang masih hilang akan tetap diupayakan secara maksimal.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengimbau masyarakat sekitar lokasi bencana untuk tetap waspada dan melapor jika melihat tanda-tanda yang dapat membantu proses pencarian.

Laporan terbaru juga mencatat sejumlah kerusakan pada fasilitas publik. Enam satuan pendidikan dilaporkan rusak dan berdampak pada proses belajar-mengajar:

  1. UPT SD Negeri 120 Batu Nagodang Siatas, Kec. Onanganjang
  2. UPT SMP Negeri 030 Purba Baringin, Kec. Pakkat
  3. UPT SD Negeri 105 Onan Ganjang
  4. UPT SD Negeri 163 Manalu, Kec. Pakkat
  5. UPT SD Negeri 161 Karya, Kec. Pakkat
  6. UPT SD Negeri 158 Purba Baringin

Selain itu, lima rumah ibadah juga terdampak:

  • Gereja GJAI Sibanbanon, Desa Karya – terdampak banjir
  • Gereja HKI Jagapayung, Desa Purba Sianjur – rusak
  • Gereja Advent, Desa Peadungdung – rusak
  • Gereja Tabernakel, Desa Parbotihan – rusak
  • Gereja GKLI Bantoon, Sionom Hudon VII – rusak ringan

Kerusakan tersebut mengganggu aktivitas ibadah rutin masyarakat di berbagai desa.

RSUD Doloksanggul melaporkan perkembangan penanganan 11 korban luka akibat bencana. Hingga hari ini:

  • 7 orang telah dipulangkan
  • 1 orang masih dirawat
  • 1 orang dirujuk ke RS Vita Insani
  • 2 orang menjalani rawat jalan

Pelayanan medis tetap berjalan optimal meski fasilitas kesehatan bekerja dalam tekanan situasi darurat.

Sore ini, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menggelar apel gabungan penutupan operasi SAR di lokasi bencana Panggugunan, Kecamatan Pakkat. Penutupan dilakukan secara formal setelah seluruh rangkaian pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban dilaksanakan selama tujuh hari penuh.

Meski operasi resmi ditutup, pemerintah memastikan koordinasi dengan unsur masyarakat tetap berjalan untuk memantau situasi dan melanjutkan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

Melalui rilis resmi, Pemkab Humbang Hasundutan meminta masyarakat untuk tetap siaga mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Informasi atau temuan terkait korban yang belum ditemukan sangat diharapkan untuk mempercepat upaya pencarian. (PS/BN)

Komentar Anda

Terkini: