POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Di tengah duka warga Batang Toru yang masih berjuang bangkit dari banjir bandang dan tanah longsor, kehadiran Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung membawa harapan sekaligus kejelasan. Ia menegaskan bahwa operasional Tambang Emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources tidak berada di lokasi yang menjadi penyebab bencana alam tersebut.
Penegasan itu disampaikan Yuliot saat meninjau langsung persiapan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Selasa (23/12). Di lokasi, Yuliot menyempatkan diri berdialog dengan warga, mendengarkan keluh kesah mereka, sekaligus memastikan negara hadir dalam masa sulit yang tengah mereka alami.
Menurut Yuliot, bencana banjir bandang yang melanda Batang Toru lebih dipicu oleh kondisi alam. Wilayah ini didominasi perbukitan terjal dengan sistem aliran sungai yang saling bertemu, sehingga ketika hujan deras turun dalam waktu lama, potensi banjir bandang dan longsor menjadi sangat tinggi.
“Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, area operasional PT Agincourt Resources tidak berada di kawasan sungai maupun perbukitan terjal yang menjadi titik rawan. Artinya, aktivitas tambang tidak berada pada lokasi penyebab terjadinya bencana ini,” ujar Yuliot dengan nada tegas namun menenangkan.
Meski demikian, Yuliot menekankan bahwa pemerintah tidak serta-merta lepas tangan. Kementerian ESDM, kata dia, terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh kegiatan pertambangan, termasuk aspek keselamatan lingkungan, kepatuhan regulasi, hingga kontribusi sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan Tambang Emas Martabe memiliki peran penting bagi kehidupan sosial ekonomi warga Batang Toru. Sekitar 75 persen masyarakat di wilayah tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, menggantungkan mata pencahariannya dari aktivitas perusahaan tersebut.
“Karena itu, keberlanjutan operasional yang aman, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan menjadi sangat penting. Yang utama adalah keselamatan masyarakat serta keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” tegasnya.
Bagi warga yang terdampak bencana, kejelasan informasi ini diharapkan dapat meredam kecemasan sekaligus menghindarkan munculnya asumsi yang tidak berdasar. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan bencana di Batang Toru akan dilakukan secara menyeluruh, berbasis data, serta mengedepankan mitigasi risiko agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering, Batang Toru perlahan menata harapan. Kehadiran pemerintah, kepedulian berbagai pihak, dan informasi yang jernih menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk kembali berdiri dan melangkah ke hari esok yang lebih aman.(PS/BERMAWI)
