Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meninjau rencana pembangunan kembali Mako Polsek Muara Batang Gadis pasca peristiwa pengerusakan dan pembakaran yang terjadi beberapa waktu lalu. Kegiatan ini juga dihadiri unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Usai peninjauan, sekitar pukul 11.00 WIB, Tim Astamarena Mabes Polri meninggalkan lokasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi Kapolres Mandailing Natal bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Muara Batang Gadis sebagai upaya memperkuat komunikasi dan menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Tokoh Agama Kecamatan Muara Batang Gadis menyampaikan aspirasi sekaligus permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di Polsek Muara Batang Gadis dan berharap ke depan hubungan antara masyarakat dan kepolisian dapat terjalin dengan lebih baik,” ujar perwakilan tokoh agama.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priyandy, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa Polri akan terus bekerja berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku serta mengedepankan pendekatan profesional dan humanis.
“Kunjungan Tim Astamarena Mabes Polri merupakan bentuk perhatian pimpinan Polri dalam memastikan rencana pembangunan Mako Polsek Muara Batang Gadis dapat berjalan dengan baik pasca kejadian tersebut,” ujar AKBP Bagus Priyandy.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi tetap kondusif,” tambahnya. (PS/210)

