Fasilitas Sekolah Rusak Pascabencana, Kasek SMPN 1 Tano Tombangan Harap Perhatian Semua Pihak

/ Senin, 12 Januari 2026 / 10.15.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Heningnya suasana di SMP Negeri 1 Tano Tombangan masih menyimpan jejak duka pascabencana alam yang melanda wilayah tersebut. Setelah banjir dan tanah longsor terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025, sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa ruang kelas serta kantin sekolah, meninggalkan kerusakan yang cukup memprihatinkan di lingkungan pendidikan itu.


Peristiwa tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda kawasan Tano Tombangan dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi labil, hingga akhirnya tidak mampu lagi menopang pohon kelapa yang berdiri tak jauh dari bangunan sekolah. Dalam sekejap, pohon itu roboh dan merusak fasilitas yang selama ini menjadi ruang belajar dan tempat berkumpul para siswa.

Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan pada atap dan dinding, sementara kantin sekolah tampak paling parah terdampak. 


Bangunan yang biasanya menjadi tempat sederhana bagi siswa untuk beristirahat dan berbagi cerita kini tak lagi bisa digunakan. Meski demikian, keberuntungan masih berpihak pada keluarga besar SMPN 1 Tano Tombangan karena saat kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala SMP Negeri 1 Tano Tombangan  Padang Togatorop S.Pd MM mengaku bersyukur atas keselamatan seluruh siswa dan tenaga pendidik. Namun di balik rasa syukur itu, tersimpan keprihatinan mendalam. Ia menilai kerusakan fasilitas sekolah ini menjadi tantangan serius bagi kelangsungan proses pendidikan, mengingat ruang kelas merupakan sarana utama dalam menciptakan pembelajaran yang aman dan nyaman.


“Keselamatan anak-anak adalah yang utama, tetapi kami juga berharap ruang belajar mereka segera diperbaiki. Sekolah adalah rumah kedua bagi siswa,” ungkapnya dengan nada penuh harap. Ia menambahkan bahwa keterbatasan fasilitas tentu akan berdampak pada kualitas pembelajaran jika tidak segera ditangani.

Kejadian ini menjadi potret nyata betapa rentannya fasilitas pendidikan terhadap bencana alam, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor.


 Lebih dari sekadar kerusakan fisik, musibah ini menyentuh sisi kemanusiaan—tentang perjuangan mempertahankan semangat belajar di tengah keterbatasan.


Pihak sekolah pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta instansi terkait lainnya untuk membantu proses perbaikan. Dukungan tersebut dinilai sangat penting agar para siswa dapat kembali belajar dengan rasa aman dan penuh semangat.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, ada harapan yang menunggu untuk dipulihkan. SMP Negeri 1 Tano Tombangan kini menanti uluran tangan dan kepedulian semua pihak, demi memastikan masa depan pendidikan anak-anak di daerah tersebut tetap terjaga.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: