Menyambut 2026 dengan Hati Bersih: Pesan Kemanusiaan Daulat Raja Martua Parluatan Siregar untuk Bangsa

/ Jumat, 02 Januari 2026 / 20.46.00 WIB

Ketua Umum PATOGAR Indonesia, Daulat Raja Martua Parluatan Siregar

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN-Pergantian tahun selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Bagi sebagian orang, Tahun Baru 2026 bukan hanya soal kembang api dan hitung mundur, melainkan saat yang tepat untuk berhenti sejenak, menengok ke dalam diri, dan menata ulang harapan hidup. Nuansa inilah yang disampaikan Daulat Raja Martua Parluatan Siregar dalam pesannya menyambut tahun baru—sebuah seruan sederhana namun sarat makna: memulai 2026 dengan hati yang bersih.


Sebagai Ketua Umum PATOGAR Indonesia, Daulat Raja Martua Parluatan Siregar mengajak masyarakat untuk tidak membawa beban dendam, amarah, dan kelelahan emosional dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya rasa syukur dan keikhlasan sebagai pondasi untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun sebagai bangsa yang hidup dalam keberagaman.


Pesan tersebut lahir dari keprihatinan sekaligus harapan. Dalam dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan pandangan, konflik kepentingan, dan tekanan hidup, Daulat Raja Martua Parluatan Siregar melihat bahwa kekuatan terbesar bangsa justru terletak pada karakter manusianya.

“Ketika hati bersih, pikiran jernih, dan niat baik, maka kebersamaan akan tumbuh dengan sendirinya,” menjadi esensi pesan yang Beliau sampaikan.


Sebagai Ketua Badan Pemangku Adat (BPA) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Parluatan Siregar juga mengaitkan refleksi tahun baru dengan nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Filosofi “Siregar Sirintis Dalan” tidak hanya dipahami sebagai simbol marga, tetapi sebagai ajaran hidup tentang keberanian membuka jalan kebaikan dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar, terutama generasi muda.


Kehidupan Daulat Raja Martua Parluatan Siregar sendiri mencerminkan nilai-nilai tersebut. Selain aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan adat, ia juga berkiprah sebagai pelaku usaha melalui pengelolaan Kaisar Water Park di Poken Jior, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu. Baginya, usaha bukan semata mencari keuntungan, tetapi sarana menciptakan lapangan kerja, ruang kebahagiaan keluarga, dan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.


Di tengah perannya yang beragam, Daulat Raja tetap memposisikan dirinya sebagai bagian dari masyarakat, bukan di atasnya. Pesan tahun barunya terasa personal, seolah berbicara dari hati ke hati: ajakan untuk saling memaafkan, memperkuat empati, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.


Momentum Tahun Baru 2026 pun dimaknainya sebagai kesempatan kolektif untuk memperbaiki relasi antarmanusia—di rumah, di lingkungan sosial, hingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia percaya, perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil: membersihkan hati dan meluruskan niat.


Dengan pesan yang penuh kehangatan dan nilai kemanusiaan ini, Daulat Raja Martua Parluatan Siregar berharap 2026 menjadi tahun tumbuhnya optimisme, persatuan, dan kepedulian sosial. Sebuah harapan sederhana, namun kuat—bahwa bangsa yang besar akan lahir dari manusia-manusia yang berkarakter, rendah hati, dan saling menguatkan.

(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: