MusrenbangDes Sialogo 2027: Dari Aula Madrasah, Warga Merajut Asa Pembangunan Berkelanjutan

/ Sabtu, 31 Januari 2026 / 15.40.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Suasana aula madrasah Desa Sialogo, Kecamatan Angkola Barat, Sabtu (31/1/2026), terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar tempat belajar, ruang sederhana itu menjadi titik temu harapan warga yang berkumpul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Tahun Anggaran 2027. Dari lantai desa inilah, mimpi tentang pembangunan yang adil dan berkelanjutan mulai dirangkai bersama.


MusrenbangDes bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi ruang dialog yang memberi tempat bagi suara warga. Hadir dalam forum tersebut Camat Angkola Barat Muhammad Thohir Pasaribu, S.Sos., Ketua BPD Pahot Harahap, Kepala Desa Sialogo, pendamping desa Ardi, PPL, bidan desa, kader Posyandu dan KB, PKK, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat gotong royong dalam merancang masa depan desa.


Ketua BPD Desa Sialogo, Pahot Harahap, menegaskan bahwa MusrenbangDes adalah wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan nyata mereka. “Di sinilah warga berbicara, dan pemerintah desa mendengar,” ujarnya. 


Kepala Desa Sialogo Junior Franky Siregar pun menyampaikan bahwa setiap usulan yang muncul akan diseleksi secara bijak, dengan mempertimbangkan urgensi serta keterbatasan anggaran desa.

Pendamping Desa, Ardi, mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Pemangkasan anggaran Dana Desa menuntut kreativitas dan kolaborasi. Ia menjelaskan bahwa usulan yang lahir dari MusrenbangDes akan diperjuangkan hingga tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi, agar mendapat dukungan pendanaan dari APBD maupun APBN. “Desa tidak boleh berhenti bermimpi, meski anggaran terbatas,” katanya.


Camat Angkola Barat Muhammad Thohir Pasaribu, S.Sos., dalam arahannya menekankan bahwa MusrenbangDes merupakan bagian penting dari sistem perencanaan nasional. Ia memaparkan delapan prioritas nasional yang harus dijalankan desa, mulai dari BLT, penanganan stunting, ketahanan pangan, padat karya, hingga penguatan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih. Ia juga mengajak desa belajar dari praktik pembangunan berkelanjutan negara maju, namun tetap berpijak pada kearifan lokal.


Di sektor ketahanan pangan, Camat mengapresiasi keberadaan lima kelompok tani di Desa Sialogo. Ia mendorong warga untuk aktif bergabung dan memperkuat kolaborasi. Tak hanya soal pertanian, perhatian juga diarahkan pada pendidikan dan kesehatan. “Jangan sampai ada anak desa yang tertinggal hanya karena kurang akses,” pesannya, disambut anggukan para peserta.


Beragam usulan konkret pun mengemuka dari warga. Mulai dari pembangunan jalan Tonga Dusun Siijuk, MCK terpisah, lampu jalan, perbaikan irigasi, rabat jalan penghubung antardesa, jembatan jalan usaha tani, hingga pemagaran pekuburan umum desa. Dari Dusun Tanjung Ale, warga mengusulkan bak penampung irigasi, bibit padi, serta peningkatan sarana Posyandu dan Posbindu demi layanan kesehatan yang lebih layak.


MusrenbangDes Sialogo 2027 pun ditutup dengan semangat kebersamaan. Semua usulan dirangkum dan diprioritaskan sebagai komitmen bersama. Dari desa kecil di Angkola Barat ini, warga dan pemerintah desa menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar konsep, melainkan kerja bersama yang dimulai dari mendengar, memahami, dan bergerak bersama demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

(PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: