Peduli Ibu dan Bayi Pascabencana, Dinkes Tapsel Serahkan Persalinan Kit di Pengungsian Marsada Sipirok

/ Rabu, 07 Januari 2026 / 15.34.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Di tengah keterbatasan dan suasana duka pascabencana, harapan tetap tumbuh di lokasi pengungsian Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Harapan itu hadir melalui kepedulian pemerintah daerah yang menyerahkan Persalinan Kit semester III kepada para ibu hamil, Rabu (7/1/2026), sebagai bentuk perlindungan nyata bagi ibu dan calon bayi.

Di tenda-tenda pengungsian yang sederhana, para ibu hamil menerima bantuan dengan raut wajah haru.Persalinan Kit yang diserahkan menjadi simbol perhatian dan kehadiran negara di saat mereka paling membutuhkan rasa aman. Bantuan ini memastikan bahwa proses kehamilan dan persalinan tetap dapat dijalani secara layak meskipun jauh dari fasilitas kesehatan yang memadai.


Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan, dr. Sri Khairunnisa MH,MKM didampingi jajaran administrator kesehatan Dinkes Tapsel. Kehadiran pimpinan dinas di tengah para pengungsi menjadi penguat moral, bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit pascabencana.


Persalinan Kit tersebut berisi perlengkapan standar kesehatan ibu dan anak yang dirancang untuk mendukung persalinan yang aman, bersih, dan sehat. Paket ini sangat berarti bagi ibu hamil di pengungsian, karena mampu meminimalkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan di tengah keterbatasan sarana dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.


Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Tapsel juga menyerahkan logistik obat-obatan dan obat luar, seperti minyak gosok, balsem, minyak telon, antangin, serta kebutuhan medis dasar lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk menjaga daya tahan tubuh para pengungsi, terutama ibu hamil dan balita yang rentan terhadap penyakit.


Persalinan Kit diserahkan langsung kepada ibu hamil, sementara obat-obatan dipercayakan kepada bidan desa yang bertugas di lokasi pengungsian. Para bidan menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, mulai dari pemantauan kehamilan hingga edukasi kesehatan bagi para ibu.


Dalam sambutannya, dr. Sri Khairunnisa MH.MKM menegaskan bahwa keselamatan ibu dan bayi adalah prioritas utama dalam penanganan kesehatan pascabencana. Ia mengajak seluruh pihak—tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat—untuk saling bergotong royong menjaga kesehatan ibu hamil hingga masa persalinan tiba.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap tidak hanya mampu menekan risiko kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin dan dukungan pssikologis bagi para ibu hamil. 


Di tengah krisis, kepedulian dan kehadiran pemerintah menjadi cahaya yang menguatkan langkah mereka menuju masa depan yang lebih aman. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: