Kepala SMAN 1 Angkola Selatan Ansyaruddin Siregar S.Pd
POSKOTASUMATERA.COM | TAPSEL — Setelah berminggu-minggu berjibaku dengan soal dan tekanan ujian semester ganjil, raut wajah lega dan senyum ceria akhirnya kembali menghiasi lingkungan SMAN 1 Angkola Selatan. Melalui Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), sekolah memberi ruang bagi para siswa untuk bernapas sejenak, melepaskan penat, sekaligus mengekspresikan potensi diri dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kegembiraan.
Lapangan sekolah yang biasanya sunyi selepas ujian mendadak hidup. Sorak sorai terdengar saat siswa berlari di lintasan atletik, beradu strategi di lapangan futsal, hingga saling menyemangati dalam pertandingan bola voli. Sebanyak 13 cabang perlombaan olahraga digelar, mulai dari atletik, lari putra-putri, tenis meja, bulu tangkis, hingga futsal dan voli. Lebih dari sekadar mencari pemenang, setiap pertandingan menjadi pelajaran tentang sportivitas, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.
Di sisi lain, aula sekolah menjadi panggung ekspresi dan keberanian. Siswa yang biasanya pendiam tampil percaya diri membacakan puisi, melantunkan lagu vokal solo, hingga menyampaikan pidato Bahasa Inggris. Perlombaan seni seperti tari kreasi, baca puisi, dan vokal solo memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat terpendam, sekaligus belajar mengelola rasa gugup dan membangun kepercayaan diri di hadapan publik.
Nuansa Porseni semakin lengkap dengan sentuhan spiritual. Melalui lomba tahfiz Al-Qur’an bagi siswa Muslim dan pendalaman keagamaan bagi siswa Kristen, sekolah menanamkan nilai religius sebagai fondasi karakter.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa prestasi akademik dan nonakademik perlu berjalan seiring dengan pembentukan akhlak, moral, dan ketenangan batin.
Kepala SMAN 1 Angkola Selatan, Ansyaruddin Siregar, S.Pd, menuturkan bahwa Porseni sengaja dilaksanakan setelah ujian sebagai upaya memulihkan kesehatan mental siswa. “Anak-anak tidak hanya butuh nilai, tetapi juga ruang untuk bahagia, bergerak, dan mengekspresikan diri. Dari sinilah karakter, empati, dan semangat belajar kembali tumbuh,” ujarnya.
Panitia pelaksana, Ahmad Husein Siregar, SE, S.Pd dan Rini Revida Pulungan, S.Pd, menyebutkan bahwa seluruh kegiatan dirancang agar inklusif dan mendidik. Setiap siswa diberi kesempatan berpartisipasi tanpa tekanan berlebihan. “Yang kami bangun adalah pengalaman, kebersamaan, dan rasa percaya diri. Menang atau kalah adalah bagian dari proses belajar,” ungkap mereka.
Melalui Porseni ini, SMAN 1 Angkola Selatan tidak hanya menghadirkan ajang kompetisi, tetapi juga ruang pemulihan emosi dan pembelajaran kehidupan. Di balik setiap tawa, peluh, dan tepuk tangan, tersimpan harapan lahirnya generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, kreatif, serta berkarakter luhur—siap melangkah kembali ke ruang kelas dengan semangat baru. (PS/BERMAWI)
