Dari Masjid ke Ruang Kelas: SMKN 2 Panyabungan Sambut Ramadhan dengan Semangat Pendidikan Holistik

/ Minggu, 22 Februari 2026 / 12.05.00 WIB

Kepala SMKN 2 Panyabungan Edi Dardi S.Pd M.Pd

POSKOTASUMATERA.COM–MADINA–Suasana religius menyelimuti lingkungan SMKN 2 Panyabungan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. Momentum spiritual ini tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan penguatan pendidikan holistik. Dari masjid hingga ruang kelas, nilai-nilai religiusitas diintegrasikan dengan proses pembelajaran, menciptakan harmoni antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.


Kepala SMKN 2 Panyabungan, Edi Dardi, S.Pd., M.Pd., dalam pesannya  mengajak seluruh siswa untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ia menegaskan pentingnya menghormati sesama yang sedang berpuasa serta menjaga sikap dan perilaku selama bulan suci. Seruan tersebut bukan sekadar imbauan normatif, melainkan bagian dari strategi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan yang konsisten diterapkan di sekolah.


Secara ilmiah, berbagai penelitian dalam bidang psikologi pendidikan menunjukkan bahwa praktik ibadah seperti puasa melatih pengendalian diri (self-regulation) dan meningkatkan empati sosial. Puasa membentuk disiplin waktu, ketahanan mental, serta kemampuan menunda kepuasan (delayed gratification) yang sangat relevan dengan keberhasilan akademik. Dalam konteks ini, Ramadhan menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengasah kecerdasan spiritual yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar.


Selain menjalankan puasa, para siswa juga dihimbau untuk memakmurkan masjid melalui pelaksanaan sholat lima waktu berjamaah dan sholat tarawih. Aktivitas ibadah kolektif ini memiliki dimensi sosial yang kuat, mempererat solidaritas serta membangun kebersamaan antarwarga sekolah. Interaksi spiritual di masjid menjadi ruang refleksi yang memperkaya makna pembelajaran di kelas, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pembentukan akhlak.

Konsep pendidikan holistik yang diusung sekolah menempatkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai moral sebagai fondasi utama. Dalam perspektif pedagogi modern, integrasi aspek spiritual ke dalam sistem pendidikan terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, menurunkan perilaku negatif, serta meningkatkan motivasi intrinsik siswa. 


Dengan demikian, Ramadhan menjadi katalisator transformasi budaya sekolah menuju atmosfer yang lebih religius dan produktif. Tidak hanya itu, suasana Ramadhan juga dimanfaatkan untuk memperkuat literasi keagamaan dan kegiatan sosial, seperti tadarus Al-Qur’an serta aksi berbagi kepada sesama. Pendekatan ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional yang menekankan pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.


Dengan semangat “Marhaban Ya Ramadhan 1447 H”, SMKN 2 Panyabungan menunjukkan bahwa bulan suci bukanlah penghalang produktivitas, melainkan energi baru untuk memperkuat karakter dan integritas generasi muda. Dari masjid ke ruang kelas, nilai-nilai ibadah menyatu dengan proses pendidikan, membentuk insan terdidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: