Dari Oli Bekas ke Api Produktif, Inovasi Cerdas Siswa SMKN 2 Padangsidimpuan

/ Selasa, 03 Februari 2026 / 08.47.00 WIB

Kepala SMKN 2 Padangsidimpuqn Zendro Hasibhan S.Pd  didampingi Guru Pembina dan sedang melihat api dari Hasil Karya Siswa 

POSKOTASUMATERA.COM–PADANGSIDIMPUAN — Di tengah persoalan limbah dan mahalnya energi, secercah harapan justru lahir dari bengkel praktik sebuah sekolah kejuruan. Sejumlah siswa SMKN 2 Padangsidimpuan berhasil menyulap oli bekas—yang selama ini dipandang sebagai limbah berbahaya—menjadi sumber energi alternatif melalui inovasi kompor oli sederhana namun fungsional. Karya ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat.


Kompor oli tersebut dirancang dengan prinsip teknologi tepat guna. Cara kerjanya relatif mudah: oli bekas dipanaskan selama kurang lebih 10 menit hingga mencapai suhu tertentu. Setelah itu, proses pembakaran berlangsung stabil dan mampu menghasilkan panas yang cukup besar, sehingga cocok digunakan untuk memasak dalam skala besar, seperti saat pesta, hajatan, atau kegiatan sosial.


Keunikan lain dari inovasi ini terletak pada penggunaan blower tenaga angin yang berfungsi mengatur sirkulasi udara dalam ruang bakar. Pada tahap awal, blower diaktifkan dengan bantuan listrik. Namun setelah api stabil, sistem dapat bekerja secara mandiri memanfaatkan tekanan angin dari pembakaran. Selain praktis, mekanisme ini menjadikan kompor lebih hemat energi dan efisien.


Bahan bakar utama kompor berasal dari oli bekas kendaraan yang dikumpulkan dari bengkel-bengkel sekitar.Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari tanah dan air kini justru memiliki nilai guna baru. Inovasi ini mencerminkan penerapan konsep circular economy, di mana limbah diolah kembali menjadi solusi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.


Dari sisi ekonomi, kompor oli ini dinilai sangat membantu. Biaya operasionalnya jauh lebih rendah dibandingkan penggunaan gas elpiji, yang kerap mengalami kelangkaan dan fluktuasi harga. Daya panasnya pun stabil dan mampu digunakan dalam waktu lama, sehingga sangat mendukung kebutuhan dapur besar saat kegiatan masyarakat.


Kepala SMKN 2 Padangsidimpuan, Zendro Hasibuan, S.Pd mengaku bangga atas kreativitas dan kepedulian siswa terhadap persoalan di sekeliling mereka. Didampingi guru pembina, ia menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari pembelajaran berbasis proyek yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, solutif, serta memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan dan energi.


Proses pendampingan dan pengujian kompor oli ini dilakukan di lingkungan sekolah pada Selasa (3/2/2026).  Melalui karya sederhana namun berdampak besar ini, SMKN 2 Padangsidimpuan berharap inovasi siswa dapat terus dikembangkan, bahkan diproduksi secara lebih luas. Dari tangan-tangan pelajar inilah, harapan akan masa depan energi yang lebih ramah lingkungan mulai menyala.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: