Dari Sekolah untuk Lingkungan: Jumat Bersih SMKN 1 Angkola Timur Dukung Indonesia Asri 2026

/ Jumat, 27 Februari 2026 / 18.23.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL– Pagi itu, suasana di SMKN 1 Angkola Timur tampak berbeda. Siswa-siswi tak hanya datang membawa buku dan tugas sekolah, tetapi juga sapu, cangkul kecil, dan kantong sampah. Program “Jumat Bersih” kembali digelar dengan semangat kebersamaan, menjadi wujud nyata kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan sekaligus dukungan terhadap Program Indonesia Asri 2026.


Di bawah arahan Kepala Sekolah, Indra Muda Rambe,S.Pd  kegiatan ini bukan sekadar rutinitas membersihkan halaman. Ia menekankan bahwa Jumat Bersih adalah bagian dari pendidikan karakter. “Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah bukan hanya tempat belajar teori, tetapi tempat menumbuhkan kepedulian,” ujarnya dengan penuh keyakinan.


Satu per satu sudut sekolah dibersihkan. Ada yang menyapu ruang kelas, ada yang merapikan taman, sebagian lagi membersihkan saluran air agar tak tersumbat. Di sela kegiatan, guru memberikan edukasi sederhana tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Para siswa terlihat antusias, bahkan saling mengingatkan untuk tidak mencampur sampah plastik dengan dedaunan kering.


Bagi sebagian siswa, Jumat Bersih menjadi momen refleksi. Mereka menyadari bahwa lingkungan bersih membuat belajar terasa lebih nyaman. Ruang kelas yang rapi menghadirkan suasana tenang, sementara halaman yang hijau memberi energi positif. Kebiasaan kecil ini perlahan membentuk kesadaran besar—bahwa perubahan dimulai dari tindakan sederhana.



Secara ilmiah, lingkungan belajar yang bersih memang berpengaruh pada kesehatan fisik dan psikologis peserta didik. Udara yang segar dan ruang yang tertata mampu meningkatkan konsentrasi serta produktivitas belajar. Namun di balik data dan teori, yang paling terasa adalah tumbuhnya rasa memiliki terhadap sekolah sebagai rumah kedua.


Program Indonesia Asri 2026 menekankan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Partisipasi aktif sekolah seperti SMKN 1 Angkola Timur menunjukkan bahwa gerakan nasional hanya akan berhasil jika dimulai dari komunitas terkecil. Sekolah menjadi laboratorium kehidupan, tempat nilai-nilai keberlanjutan dipraktikkan secara nyata.


Lebih dari sekadar kebersihan, Jumat Bersih menghadirkan kehangatan kebersamaan. Tawa siswa yang bekerja bersama, guru yang turut turun tangan, serta semangat gotong royong mencerminkan solidaritas yang kuat. Dari halaman sekolah sederhana di Angkola Timur, lahir harapan besar: generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap bumi yang mereka warisi menuju Indonesia Asri 2026.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: