POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Harapan baru bagi kemajuan desa di Tapanuli Selatan mulai terasa lewat langkah digitalisasi pengelolaan dana desa. Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa dana desa harus benar-benar berputar di desa dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Baginya, kekuatan ekonomi daerah bertumpu pada desa yang hidup, produktif, dan mampu mengelola keuangan secara transparan.Di hadapan para kepala desa, Bupati mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan harus berdampak langsung pada masyarakat. Ia menekankan bahwa pilihan penggunaan anggaran desa memang tidak selalu luas, sehingga kebijakan belanja harus berpijak pada manfaat sosial dan ekonomi. Pendekatan ini menempatkan warga desa bukan sekadar penerima bantuan, melainkan pelaku utama pembangunan di wilayahnya sendiri.
Salah satu perubahan besar yang mulai diterapkan adalah pengalihan sistem pembayaran operasional desa dari tunai ke transfer melalui rekening bank atau Cash Management System (CMS). Transformasi ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi langkah menuju modernisasi tata kelola keuangan desa yang lebih aman dan efisien. Perlahan, desa-desa di Tapsel diajak masuk ke ekosistem keuangan digital nasional.
Bagi aparat desa, sistem baru ini menghadirkan kemudahan. Proses pencairan dan pembayaran menjadi lebih cepat, pencatatan lebih rapi, serta risiko kesalahan administrasi dapat ditekan. Transaksi yang terekam secara digital juga memudahkan proses audit dan pengawasan, sehingga pengelolaan dana desa semakin transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dari sisi masyarakat, perubahan ini membuka peluang baru. Ketika perangkat desa dan warga mulai terbiasa menggunakan layanan perbankan, akses terhadap tabungan, kredit usaha mikro, hingga pembayaran digital menjadi lebih terbuka. Kehadiran layanan keuangan formal di desa diharapkan memicu tumbuhnya usaha kecil, memperluas lapangan kerja, dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Lebih dari sekadar kebijakan administratif, digitalisasi dana desa membawa pesan penting tentang masa depan desa yang mandiri dan berdaya. Dengan aliran dana yang lebih tertata, kepercayaan publik meningkat, dan peluang penyimpangan dapat ditekan. Desa pun memiliki ruang lebih besar untuk merancang pembangunan yang sesuai kebutuhan warganya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat terus menguat. Dengan keuangan desa yang transparan dan efisien, semangat “Tapsel Bangkit” diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa setiap hari. (BERMAWI)
