Faisal Ali Staf Ahli Menag : Melalui Transpormasi Revolusi Interior dan Tata Kelola Madrasah di Aceh Menuju ke Unggulannya

/ Jumat, 13 Februari 2026 / 13.53.00 WIB
Faisal Ali 

POSKOTASUMATERA.COM | BANDA ACEH  -- ​Membangun madrasah yang berkualitas tidak selalu harus dimulai dari nol secara fisik. Sering kali, perubahan besar justru diawali dari perubahan atmosfer dan pola pikir. Demikian di katakan Faisal Ali, Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia, di Hotel Grand Permata, dalam rangka pertemuan dengan para Kepala Madrasah se Aceh, tanggal 12 Februari 2026, kemarin. 

Faisal mengatakan,  Gagasan untuk melakukan transformasi madrasah di Aceh kini diarahkan pada penciptaan Madrasah Unggulan yang tidak hanya hebat secara akademik, tetapi juga menjadi ikon keindahan dan kenyamanan.

Faisal menjelaskan, revolusi Ruang Guru Dari Sekat Menuju Kolaborasi adalah salah satu poin krusial dalam transformasi ini adalah merombak konsep interior ruang bagi guru.

Dia menyebutkan, kita perlu mengambil inspirasi dari madrasah maju seperti  Jakarta dan Malang (seperti MAN 2 Malang), ruang guru tidak lagi harus menggunakan pola konvensional "satu guru satu meja" yang kaku.

"​Konsep Baru  Ruang guru yang didesain minimalis, bersih, dan modern". Katanya. 

Tujuannya lanjut dia, untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman agar guru lebih betah dan produktif. Ruangan ini harus merepresentasikan identitas "Madrasah Indah" dan "Madrasah Nyaman." lebih lagi, katanya, 

Bagi gedung yang terdampak bencana namun masih layak secara struktur, perbaikan difokuskan pada penggantian material seperti kaca dan pembaruan interior total.

Faisal mengatakan, Aceh tidak perlu ragu untuk mencontoh kesuksesan daerah lain. Mengajak para Kepala Madrasah untuk melakukan survei langsung ke madrasah-madrasah terbaik di luar daerah adalah langkah penting.

​"Jika kita belum punya ide orisinal untuk pengembangan, jangan malu untuk mencontoh model yang sudah terbukti berhasil di tempat lain."

​Langkah ini, menurut dia, bertujuan agar para pimpinan madrasah memiliki standar baru tentang bagaimana sebuah madrasah unggulan dikelola, baik dari sisi fisik maupun sistem boarding (asrama).

Selain itu, dia berharap, Road Map Madrasah Unggulan per Wilayah Transformasi ini tidak dilakukan secara serentak di semua titik, melainkan melalui skala prioritas. Perlu disusun sebuah road map yang jelas untuk menciptakan cikal bakal madrasah unggulan di setiap kabupaten/kota, misalnya:

​Satu titik di Aceh Tamiang, Satu titik di Aceh Timur, Satu titik di Langsa, Aceh Utara, dan seterusnya. Titik-titik ini akan menjadi role model bagi madrasah lain di sekitarnya.

​Faisal mengatakan, Kepemimpinan yang mau berubah kunci utama dari semua rencana ini adalah Kepala Madrasah. Program ini hanya akan diberikan kepada pimpinan yang memiliki kemauan kuat untuk berubah dan berinovasi.

Tanpa komitmen dari pucuk pimpinan, anggaran dan desain sebagus apa pun tidak akan mampu menghidupkan marwah madrasah tersebut.

​Di penutup arahan nya, Faisal mengambarkan, Aceh memiliki potensi besar untuk melahirkan madrasah-madrasah ikonik. Dengan memulai dari penataan ruang kerja yang modern, melakukan studi banding ke sekolah unggulan di Jawa, dan memetakan wilayah prioritas, wajah pendidikan agama di Aceh akan tampil lebih segar, profesional, dan membanggakan. Demikian ujarnya. (PS | DAMRY)

Komentar Anda

Terkini: