Hari Pertama Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Angkola Selatan Awali KBM dengan Tadarus Serentak

/ Senin, 23 Februari 2026 / 09.05.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL – Pagi itu, suasana di Angkola Selatan terasa berbeda. Langkah para siswa SMAN 1 Angkola Selatan yang biasanya riuh, berubah menjadi lebih tenang dan penuh khidmat. Memasuki hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah, kegiatan belajar mengajar diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema serentak dari setiap ruang kelas.


Pada jam pelajaran pertama, seluruh siswa tanpa terkecuali melaksanakan tadarus bersama di kelas masing-masing. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran, mereka membaca Al-Qur’an secara bergiliran sesuai pembagian juz yang telah disesuaikan dengan kemampuan. Beberapa siswa tampak masih terbata, namun teman-temannya menyimak dengan sabar, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan saling menguatkan.


Kepala sekolah, Ansyaruddin Siregar, S.Pd., mengatakan bahwa tadarus di awal pembelajaran merupakan tradisi tahunan setiap Ramadhan. Baginya, sekolah bukan hanya ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan. “Ramadhan adalah ruang pendidikan karakter yang nyata. Di sinilah anak-anak belajar disiplin, kesabaran, dan kejujuran melalui ibadah,” tuturnya dengan penuh keyakinan.


Secara ilmiah, pembiasaan aktivitas spiritual di pagi hari terbukti membantu meningkatkan konsentrasi dan kestabilan emosi remaja. Dalam kajian psikologi pendidikan, kegiatan religius kolektif mampu memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan empati, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Tidak heran jika wajah-wajah siswa pagi itu tampak lebih teduh, seolah menemukan energi baru sebelum memasuki pelajaran akademik.


Di sudut kelas, seorang siswi kelas XI terlihat menahan haru saat membaca ayat demi ayat dengan suara pelan namun mantap. Ia mengaku, tadarus bersama membuatnya merasa lebih dekat dengan teman-teman dan gurunya. “Rasanya seperti memulai hari dengan hati yang bersih,” ujarnya singkat sambil tersenyum.


Para guru pun tidak sekadar mengawasi, tetapi aktif membimbing tajwid dan makharijul huruf. Koreksi dilakukan dengan lembut, menjadikan momen tersebut bukan hanya ibadah, tetapi juga proses pembelajaran literasi keagamaan yang terarah. Suasana kelas berubah menjadi ruang refleksi, di mana ilmu dan iman berjalan beriringan.


Melalui tadarus di hari pertama Ramadhan ini, SMAN 1 Angkola Selatan menegaskan komitmennya membangun generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. Di bulan suci ini, sekolah tersebut seakan menjelma menjadi laboratorium karakter—tempat nilai-nilai spiritual tidak hanya diajarkan, tetapi dirasakan dan dihidupkan dalam keseharian para siswa.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: