POSKOTASUMATERA.COM–PADANGSIDIMLUAN – Suasana religius dan penuh haru menyelimuti halaman MAN 2 Padangsidimpuan pada Jumat (13/02), bertepatan dengan 25 Sya’ban 1447 Hijriah. Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyambutan Ramadan 1447 H berlangsung khidmat, namun tetap semarak oleh partisipasi aktif siswa, guru, dan pegawai madrasah. Sejak pagi, raut wajah penuh antusias tampak menghiasi barisan peserta yang memenuhi lapangan utama.
Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan merdu oleh Lendi Imansyah Harahap, siswa kelas XI Keagamaan. Suaranya yang tenang dan tartil seakan mengajak seluruh hadirin menundukkan hati, merenungi makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj. Momen ini menjadi pembuka yang menyentuh, menghadirkan suasana hening yang sarat makna spiritual.
Sebelum memasuki tausiah inti, tim sholawat ekstrakurikuler Rohis MAN 2 Padangsidimpuan tampil memeriahkan acara. Nuansa semakin syahdu ketika mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dari UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Hanafi Tanjung, membawakan salawat “pengobat hati” dengan suara merdu yang menggetarkan.
Tak kalah memukau, dua siswi kelas X, Melda Sulistiawati Siregar dan Elvita Najwa Lubis, tampil percaya diri membawakan pidato dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia tentang makna Isra Mikraj dan kemuliaan Ramadan. Tepuk tangan hadirin menjadi bukti apresiasi atas keberanian dan kualitas generasi muda madrasah tersebut.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Tarmizi Lubis, M.Pd. menyampaikan pesan dengan gaya sederhana namun menyentuh. Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Isra Mikraj sebagai momentum menegakkan salat dan memperbaiki kualitas iman. “Peristiwa ini mengajarkan bahwa Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak. Maka jalani hidup ini dengan iman yang benar dan jangan tinggalkan salat,” tuturnya, diselingi humor segar yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Pesannya terasa dekat, membumi, dan menggugah kesadaran spiritual para siswa.
Lebih lanjut, ustaz yang juga dipercaya sebagai Sekretaris Informasi dan Komunikasi MUI Kota Padangsidimpuan itu menegaskan bahwa menjelang Ramadan, umat Islam perlu membersihkan diri, memperbaiki akhlak, serta menghidupkan ibadah malam seperti salat tarawih. Ia mengingatkan bahwa perjalanan Isra Mikraj juga memperlihatkan gambaran tentang konsekuensi bagi mereka yang lalai dalam salat dan gemar berbuat kebohongan. Pesan tersebut disambut dengan kesungguhan oleh para siswa yang tampak menyimak dengan penuh perhatian.
Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, SH, M.Pd., melalui KTU Norma Siregar, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai sarana hijrah menuju pribadi yang lebih baik. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai dorongan untuk meningkatkan semangat belajar dan memperbaiki ibadah dalam menyambut Ramadan yang mulia.Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dalam setiap tindakan dan perkataan kita,” ujarnya penuh harap.
Peringatan Isra Mikraj tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang pembinaan karakter dan penguatan spiritual bagi seluruh warga madrasah. Di tengah gemuruh tepuk tangan dan senyum haru para siswa, terselip tekad untuk menegakkan salat, membersihkan diri, dan menyambut bulan suci dengan hati yang lebih siap.Sebuah potret human interest yang memperlihatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membangun iman dan akhlak generasi masa depan.(PS/BERMAWI)
