Kepala Perumda Tirtandi Cabang Tapanuli Selatan Malintang Harahap
POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL— Banyak keluarga masih menganggap limbah domestik sebatas sampah dapur dan sisa makanan. Padahal, ancaman yang tak terlihat justru datang dari kamar mandi dan septic tank yang jarang diperhatikan. Ketika lumpur tinja tidak pernah disedot, air tanah bisa tercemar, sumur warga terkontaminasi, dan risiko penyakit meningkat tanpa disadari.
Di sejumlah lingkungan permukiman, persoalan sanitasi kerap menjadi cerita yang berulang. Bau tak sedap muncul tiba-tiba, air sumur berubah warna, hingga anak-anak terserang diare. Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kualitas hidup dan masa depan generasi.
Melihat kenyataan tersebut, Perumda Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan menghadirkan solusi melalui program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2). Program ini mendorong masyarakat untuk melakukan penyedotan septic tank secara rutin setiap tiga tahun. Dengan sistem terjadwal, warga tak perlu lagi menunggu hingga septic tank meluap atau menimbulkan masalah.
Kepala Cabang, Malintang Harahap, menegaskan bahwa pengelolaan lumpur tinja yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab utama pencemaran air tanah. Menurutnya, limbah yang merembes ke dalam tanah dapat mencemari sumber air bersih warga. “Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi tentang kesehatan keluarga dan keselamatan lingkungan,” ujarnya.
Melalui L2T2, masyarakat cukup berlangganan layanan resmi tanpa harus memanggil jasa sedot tinja tidak terdaftar yang berisiko membuang limbah sembarangan. Lumpur tinja yang diangkut kemudian diolah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) resmi sesuai standar lingkungan, sehingga tidak mencemari sungai maupun lahan terbuka.
Secara kesehatan, sanitasi yang baik terbukti menekan penyebaran penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi saluran pencernaan. Anak-anak sebagai kelompok paling rentan akan merasakan manfaat terbesar ketika lingkungan rumah bersih dan sumber air tetap aman.
Melalui program ini, Perumda Tirtanadi Tapsel mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap sanitasi rumah tangga. Sebab menjaga septic tank tetap aman bukan hanya soal infrastruktur, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi generasi. Dari langkah sederhana menyedot septic tank secara berkala, harapan akan lingkungan bersih dan masa depan sehat mulai diwujudkan.(PS/BERMAWI)
