Jelang Ramadhan, 13 Orang Terjaring Razia Pekat di Tanjungbalai, Satu Positif Narkoba

/ Minggu, 15 Februari 2026 / 17.16.00 WIB

 


Foto: Anwar Ruji: Sebanyak 13 orang terjaring razia pekat gabungan Satpol PP- BNNK- TNI POLRI di Tanjungbalai, satu positif narkoba dan dua merupakan pelajar SMA/SMK (PS/SAUFI).


POSKOTASUMATERA.COM- TANJUNGBALAI

Menyambut bulan suci Ramadhan, tim gabungan kembali menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah hotel, penginapan, dan rumah kos di Kota Tanjungbalai, Sabtu malam (15/2/2026) pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Hasilnya, sebanyak 13 orang yang bukan pasangan suami istri terjaring saat berduaan di dalam kamar kos dan penginapan. Mereka terdiri dari 7 laki-laki dan 6 perempuan, dengan lima orang di antaranya masih berusia di bawah umur.

Ketua Tim Terpadu P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), Anwar Ruji, yang didampingi petugas gabungan dari Satpol PP, Badan Narkotika Nasional (BNN) serta unsur TNI-Polri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisir penyakit masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan.

“Terjaring 13 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 6 perempuan. Lima di antaranya masih di bawah umur,” tegas Anwar kepada wartawan usai pendataan.

Dalam razia tersebut, petugas juga menemukan minuman keras (miras) di salah satu kamar hotel yang diduga akan dikonsumsi para remaja saat menikmati malam minggu bersama pasangannya. 

Jenis miras yang diamankan antara lain anggur hijau Kawa-Kawa, Atlas Anggur, dan Seven Day, serta satu bungkus kacang sebagai pelengkap. Seluruh barang bukti kini diamankan di Kantor Satpol PP Kota Tanjungbalai.

Lebih mengejutkan, dari hasil tes urin yang dilakukan tim dari Badan Narkotika Nasional Kota Tanjungbalai (BNNK) Tanjungbalai, satu orang terindikasi positif (+) menggunakan narkoba dan langsung dibawa ke kantor BNNK untuk asesmen lanjutan.

Sementara itu, dua orang diketahui masih berstatus pelajar SMA/SMK di Tanjungbalai. Para orang tua mereka akan dipanggil untuk diberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini langkah preventif. Anak-anak yang masih berstatus pelajar akan kita panggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan,” ujar Anwar.

Razia diawali dengan apel kesiapan pasukan yang melibatkan personel gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Kejaksaan, Dinas Sosial, Dinas P3A & PM, Dinas Kominfo Kota Tanjungbalai, serta unsur wartawan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan imbauan Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, agar seluruh tempat hiburan malam dan hotel menaati ketentuan selama bulan Ramadhan.

“Supaya tempat-tempat hiburan malam di Tanjungbalai selama bulan Ramadhan untuk ditutup,” tegas Anwar menyampaikan imbauan tersebut.

Pemerintah Kota Tanjungbalai berharap razia pekat ini mampu menciptakan suasana yang kondusif serta menjaga moral generasi muda, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.(PS/SAUFI)


Komentar Anda

Terkini: