Jumat Bersih Penuh Semangat, Warga Sekolah Bergotong Royong Wujudkan Lingkungan Sehat

/ Jumat, 13 Februari 2026 / 10.08.00 WIB

Warga Sekolah Bersihkan Sungai Aek Sibontar 

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN-Semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan terasa begitu hangat di lingkungan SMK Negeri 2 Padangsidimpuan pada Jumat pagi (13/2/2026). Sejak matahari baru meninggi, siswa, guru, dan tenaga kependidikan telah bergerak bersama membersihkan setiap sudut sekolah. Dari ruang kelas, taman, area parkir, hingga bantaran Sungai Aek Sibontar, semua menjadi saksi semangat gotong royong yang hidup dan terasa nyata.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Zendro Hasibuan S.Pd yang menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari proses pendidikan. Ia menyampaikan bahwa lingkungan belajar yang bersih terbukti mendukung kesehatan mental, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa nyaman bagi siswa dalam menimba ilmu. Bagi sekolah, Jumat Bersih menjadi ruang belajar nyata yang tidak selalu ditemukan di dalam kelas.


Sejak pukul 07.30 WIB, para siswa telah berkumpul membawa sapu, cangkul, karung, hingga alat kebersihan lainnya. Mereka dibagi dalam kelompok kerja yang saling bekerja sama menyelesaikan tugas masing-masing. Ada yang membersihkan drainase, merapikan taman, mengecat pot bunga, hingga mengangkut sampah dari area sekitar sekolah.Pembagian tugas ini bukan sekadar teknis, tetapi juga melatih tanggung jawab dan kepemimpinan siswa.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap arahan Priseden RI Bapak Prabowo Subianto tentang pentingnya memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan. Implementasi nilai tersebut di tingkat sekolah menunjukkan bahwa program nasional dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang sederhana, namun berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari.


Di sela kegiatan, para guru turut memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah, serta dampak lingkungan terhadap kesehatan. Pembelajaran berlangsung secara alami—tanpa papan tulis dan buku teks—melainkan melalui pengalaman langsung. Inilah momen ketika pendidikan karakter tumbuh dari tindakan nyata, bukan sekadar teori.


Suasana hangat penuh keceriaan tampak di berbagai sudut sekolah. Canda tawa terdengar saat siswa saling membantu mengangkat karung sampah atau menyiram tanaman. Kebersamaan ini menciptakan ikatan emosional yang mempererat hubungan antara siswa dan guru, menjadikan sekolah terasa lebih dari sekadar tempat belajar, tetapi juga rumah kedua.


Melalui kegiatan rutin ini, sekolah berharap nilai disiplin, kepedulian lingkungan, dan kerja sama terus tertanam dalam diri siswa. Optimisme pun tumbuh bahwa kebiasaan sederhana seperti Jumat Bersih akan membentuk generasi muda yang lebih peduli, sehat, dan bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan dan masyarakat di Padangsidimpuan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: