Tampak kabel Listrik Terurai Tertutupi rerumputan Di.jalan Pasanggarahan menuju sampean Pargarutan Jae Jum'at (13/2-2026)
POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Kekhawatiran menyelimuti warga di sepanjang Jalan Pasanggrahan menuju Pargarutan Jae, Kec.Angkola Tinur , Kabupaten Tapanuli Selatan. Di tengah aktivitas harian masyarakat yang lalu-lalang, sejumlah kabel listrik terlihat menjuntai hingga menyentuh tanah dan tertutup rerumputan. Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi telah menjadi sumber kecemasan yang nyata bagi keselamatan warga.
Temuan ini pertama kali disoroti pemerhati lingkungan, Mahmud Ramadhan, yang menilai situasi tersebut sangat berbahaya, terutama saat musim hujan. Ia mengingatkan bahwa kabel yang bersentuhan langsung dengan tanah berisiko menimbulkan korsleting, sengatan listrik, hingga potensi kebakaran akibat arus bocor yang sulit terdeteksi.
Secara ilmiah, kabel listrik yang terpapar kelembapan tinggi dan tertutup vegetasi memang memiliki tingkat kerentanan lebih besar terhadap kerusakan isolasi. Rerumputan basah dapat menjadi penghantar listrik, sehingga arus berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar. Dalam kondisi seperti ini, bahaya tak hanya mengintai pejalan kaki, tetapi juga pengendara yang melintas tanpa menyadari ancaman di sekitarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan kabel terurai sepanjang sekitar 100 meter pada dua tiang listrik. Sebagian kabel bahkan tampak diikat pada pohon karet, menandakan adanya upaya darurat yang belum memenuhi standar keselamatan instalasi listrik. Gambaran tersebut memperlihatkan betapa pentingnya perawatan jaringan distribusi secara berkala.
Bagi warga setempat, situasi ini bukan sekadar pemandangan yang mengganggu, tetapi sumber kekhawatiran setiap hari. Pak Rambe, salah seorang warga, mengaku resah karena kabel yang tertutup rumput sulit terlihat, terutama pada malam hari atau saat hujan. Ia khawatir suatu saat akan terjadi kecelakaan yang menimpa pengguna jalan maupun anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.
Dalam standar keselamatan kelistrikan, jarak aman kabel terhadap tanah merupakan syarat mutlak untuk mencegah kontak langsung dengan manusia maupun lingkungan. Perawatan rutin, pemangkasan vegetasi, serta inspeksi berkala menjadi langkah penting dalam manajemen risiko jaringan listrik, terutama di kawasan permukiman dan jalur transportasi.
Kini, warga berharap langkah cepat segera diambil oleh pihak terkait sebelum kondisi tersebut menimbulkan korban. Bagi masyarakat Pargarutan Jae, perbaikan jaringan listrik bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi wujud perlindungan terhadap keselamatan publik di jalur yang setiap hari menjadi nadi aktivitas mereka.(PS/BERMAWI)
