Kanwil Kemenag Aceh Minta Peran Kepala Madrasah dalam Akselerasi Pemulihan Pasca Bencana

/ Kamis, 12 Februari 2026 / 09.53.00 WIB
Dokumen Istimewa 

POSKOTASUMATERA.COM | BANDA ACEH  --Semangat kebersamaan menjadi ruh utama dalam upaya pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh. Dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Akselerasi Data Madrasah Terdampak Bencana Zona 1 dan 2 yang berlangsung di Hotel Grand Permata Hati Banda Aceh, ditekankan bahwa kebangkitan Madrasah adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama, demikian di katakan Drs. Azhari, Kanwil Kemenag Aceh. 

Azhari menjelaskan, ​sari kita untuk kita kemandirian masyarakat Aceh kembali teruji melalui inisiatif nyata. Salah satu contoh inspiratif datang dari masyarakat di Pidie Jaya misalnya (MIN  5), di mana warga secara swadaya berinisiatif membeli tanah untuk pembangunan Madrasah. 

Langkah ini kata Azhari, menjadi solusi konkret agar negara dapat segera memberikan dukungan infrastruktur di atas tanah yang nantinya dihibahkan tersebut.

Kekuatan Angka dan Kebersamaan

Filosofi "sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit" menjadi landasan optimisme. Dengan potensi sekitar 26.000 elemen masyarakat, kontribusi kecil namun seragam—seperti sumbangan Rp100.000 per orang—diproyeksikan mampu terkumpul hingga Rp2,6 Miliar. Dana ini akan menjadi mesin penggerak yang luar biasa bagi pemulihan pendidikan di wilayah seperti Aceh Timur, Peureulak, hingga Aceh Utara dengan akses Data Akurat. 

​Azhari mengungkapkan, rapat koordinasi ini secara resmi menandai dimulainya langkah strategis dalam pengumpulan data. Fokus utama yang ditekankan adalah Akurasi Data. 

Mengisi data dampak bencana dengan tepat agar bantuan tepat sasaran. Melalui program ​Kecepatan Akselerasi lanjut Dia, Memastikan proses administrasi tidak menghambat pemulihan di lapangan.

​Sinergi Wilayah juga di perlukan untuk menyatukan gerak dari Aceh Timur hingga Aceh Utara dalam satu komando yang kompak.

​Kanwil berharap untuk Masa dalam menutup arahan tersebut, doa tulus dipanjatkan agar segala upaya ini diridai oleh Allah SWT. Dengan semangat "Engget mukumat ikan bulawan"—memegang teguh prinsip untuk hasil yang maksimal—diharapkan kondisi Madrasah dan lingkungan pendidikan di Aceh dapat segera kembali normal seperti sedia kala.

​"Madrasah kalau bukan kita yang bangkitkan, kalau bukan kita yang gerakkan, maka tidak mungkin dia akan bangkit sendiri." Ujarnya. 


Menata Ulang Aset BMN

Sementara itu, ketua tim Aset BMN Kanwil Aceh, ibu Dedek Permata, menjelaskan,  Menata Ulang Pembenahan Aset BMN Kemenag Aceh, 

​Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) bukan sekadar urusan administratif di atas kertas ia adalah potret akuntabilitas dan amanah yang harus dijaga. 

Menurut dia, Menjelang pemeriksaan BPK Tahun Anggaran 2025, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengambil langkah proaktif untuk membenahi sengkarut pencatatan aset yang selama ini menjadi "pekerjaan rumah" menahun.

​Peluang di Balik Musibah seperti Skema Force Majeure salah satu terobosan besar yang sedang dilakukan adalah memanfaatkan momentum penghapusan BMN melalui kategori sebab lain-lain (force majeure). 

Dedek menyebutkan, bencana alam yang terjadi memberikan celah legalitas bagi Satuan Kerja (Satker) untuk membersihkan neraca dari barang-barang yang hilang atau rusak berat di masa lalu.

​"Penghapusan dengan kondisi force majeure ini waktunya terbatas. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menghapuskan aset yang hilang atau tak lagi bisa digunakan agar tidak terus menjadi beban catatan di masa depan." Katanya

Dia mengatakan​Urgensi Akurasi Data sangat diperlukan, Belajar dari Kasus Asuransi

​Pentingnya pendataan yang akurat bukan tanpa alasan. Pengalaman pahit menimpa beberapa Satker (seperti MAN Merdu dan MAN Aceh Singkil) yang sebenarnya terdampak bencana namun gagal mendapatkan klaim asuransi dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Penyebabnya menurut dia, sederhana namun fatal ,data profil gedung, foto, hingga koordinat lokasi tidak terinput secara lengkap.

​Ke depan, target asuransi BMN 2026 akan semakin ketat. Tugas utama Satker adalah memastikan setiap pengadaan barang tidak hanya dibiarkan begitu saja, tetapi wajib diberi label, barcode, dan di-update profilnya secara berkala dalam sistem.

Dedek meminta, ​Proses Serentak  sebagai langkah nyata, Kanwil Kemenag Aceh akan mengawal proses usul penghapusan BMN secara serentak melalui sistem SIMAN mulai esok hari. Proses ini melibatkan sinergi antara, 

​Operator Satker Sebagai ujung tombak dengan etos kerja tinggi dalam verifikasi fisik vs sistem. Kepala Satker (Kuasa Pengguna Barang) selaku penanggung jawab penuh atas keabsahan aset, demikian ujarnya menutup penjelasan BMN hingga azan magrib tiba. (PS| DAMRY)

Komentar Anda

Terkini: