Ketua IKAPSI Tabagsel Drs. H. Maas Siagian Dorong Warga Makmurkan Masjid dan Jaga Adab Selama Ramadhan

/ Minggu, 15 Februari 2026 / 13.27.00 WIB

Drs.H.Maas Siagian Bersama Istri 

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan yang diperkirakan mulai Kamis, 19 Februari 2026,  Ketua DPD IKAPSEL TABAGSEL (Induk Keluarga Pelajar Alumni Sipirok ) Tabagsel  Drs. H. Maas Siagian menyampaikan pesan hangat penuh kepedulian kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh warga menjaga kesakralan Ramadhan dengan menumbuhkan empati sosial, salah satunya dengan tidak makan dan minum secara terbuka di ruang publik sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam yang berpuasa.

Imbauan tersebut disampaikan Maas Siagian kepada awak media pada Minggu (15/2/2026). Selain dikenal sebagai tokoh masyarakat, ia juga menjabat Ketua DPD IKAPSEL Tabagsel serta Ketua Partai NasDem Kabupaten Tapanuli Selatan. Menurutnya, langkah sederhana seperti menjaga adab di ruang publik dapat menjadi upaya preventif sosial untuk membangun kesadaran kolektif dalam menyambut momentum ibadah yang sarat nilai spiritual.


Dalam pandangan sosial, Maas menilai puasa bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan proses pembelajaran pengendalian diri yang berdampak pada meningkatnya empati dan solidaritas. Menahan lapar dan dahaga, katanya, mengajarkan manusia memahami kesulitan orang lain. Ketika ruang publik dipenuhi sikap saling menghormati, rasa aman dan kenyamanan sosial pun tumbuh secara alami.

Ia juga mengajak masyarakat memakmurkan masjid melalui salat lima waktu, Tarawih berjemaah, sedekah, serta memperbanyak tadarus Al-Qur’an. Aktivitas ini dinilai tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga karena masjid menjadi ruang interaksi yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Di Kabupaten Tapanuli Selatan, tradisi religius telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, menjaga adab selama Ramadhan dipandang sebagai bagian dari literasi keagamaan yang penting diwariskan kepada generasi muda. Maas menekankan bahwa teladan dari orang dewasa memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku sosial yang santun dan toleran.

Pengalaman Maas saat menjabat Plt Sekretaris Daerah di Kabupaten Tolikara  Provinsi Papua urut memperkaya perspektifnya tentang pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjaga kerukunan. Ia meyakini pendekatan humanis dan persuasif lebih efektif menanamkan nilai toleransi dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif.


Melalui imbauan ini, Maas Siagian berharap masyarakat memahami bahwa puasa bukan hanya ibadah personal, tetapi juga praktik sosial yang membutuhkan dukungan lingkungan. Dengan saling menghormati, nilai empati, toleransi, dan kebersamaan diharapkan semakin menguat sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: