POSKOTASUMATERA.COM – Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi yang tak pernah berhenti, secercah harapan datang dari ruang-ruang kolaborasi. Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LIRA) mengingatkan kembali bahwa kekuatan demokrasi tidak hanya berdiri di gedung-gedung pemerintahan, tetapi juga tumbuh dari kerja bersama pers dan lembaga swadaya masyarakat (NGO) yang setia menjaga suara rakyat.
Momentum Hari Pers Nasional (HPN) menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita yang dibaca masyarakat, ada tanggung jawab besar yang dipikul para jurnalis. Presiden LIRA, Andi Syafrani, menilai pers bukan sekadar penyampai kabar, melainkan penuntun arah kesadaran publik. Dalam pandangannya, pers yang independen adalah ruang napas bagi diskusi yang sehat, tempat fakta dan akal sehat bertemu untuk membentuk opini publik yang matang.
Bagi masyarakat, kehadiran pers yang kuat sering kali menjadi satu-satunya jendela untuk memahami apa yang terjadi di balik kebijakan. Tanpa sorot kamera dan pena jurnalis, banyak cerita tentang kebijakan, perjuangan warga, hingga persoalan sosial bisa saja tak pernah terdengar. Di sinilah pers hadir sebagai penjaga nilai kebenaran dan keadilan, sekaligus pengingat bahwa kekuasaan selalu membutuhkan pengawasan.
DPP LIRA menilai kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat kini semakin mendesak. Di tengah banjir informasi digital, publik kerap dihadapkan pada kabar yang belum tentu benar. Disinformasi dan manipulasi bukan hanya membingungkan, tetapi juga berpotensi memecah kepercayaan sosial. Karena itu, pers profesional dipandang sebagai rujukan yang menenangkan—tempat masyarakat mencari kepastian di tengah kebisingan dunia maya.
Era media sosial membawa tantangan baru yang tidak ringan. Hoaks, informasi berlebih, hingga ruang gema (echo chamber) membuat masyarakat mudah terjebak dalam sudut pandang sempit. Pers dituntut lebih adaptif terhadap teknologi, namun tetap teguh memegang prinsip verifikasi dan etika jurnalistik. Kepercayaan publik, pada akhirnya, hanya dapat dijaga melalui konsistensi pada kebenaran.
Di sinilah kolaborasi dengan NGO menjadi semakin bermakna. Bersama, pers dan organisasi masyarakat sipil dapat mengawal kebijakan, mengedukasi publik, dan memperluas partisipasi warga dalam proses demokrasi. Kerja bersama ini bukan sekadar sinergi kelembagaan, tetapi jembatan yang menghubungkan suara rakyat dengan ruang pengambilan keputusan.
Namun, DPP LIRA juga mengingatkan bahwa di balik idealisme tersebut, ada manusia yang bekerja siang malam menjaga arus informasi tetap jujur. Kesejahteraan jurnalis menjadi fondasi penting agar independensi tetap terjaga. Tanpa dukungan yang layak, integritas pemberitaan bisa terancam oleh tekanan ekonomi.
Menutup pernyataannya, DPP LIRA menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers Indonesia. Harapannya sederhana namun kuat: pers nasional terus tumbuh kokoh, inovatif, dan adaptif, menjadi sahabat masyarakat dalam menjaga demokrasi tetap hidup dan berpihak pada rakyat.
(PS/BERMAWI)
