POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Suasana khidmat menyelimuti halaman SMAN 1 Batangangkola, Rabu (11/2/2026), saat peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dirangkaikan dengan penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Sejak pagi, ratusan siswa, guru, dan tamu undangan memadati lokasi kegiatan dengan wajah penuh antusias, menghadirkan nuansa kebersamaan yang hangat dan sarat makna spiritual.
Momentum ini bukan sekadar seremoni keagamaan. Bagi keluarga besar SMAN 1 Batangangkola, Isra Mi’raj menjadi ruang refleksi untuk menata hati sekaligus memperkuat karakter generasi muda agar siap menyambut Ramadhan dengan sikap yang lebih disiplin, sabar, dan penuh kesadaran ibadah.
Kegiatan tersebut menghadirkan sinergi lintas unsur masyarakat. Hadir perwakilan Kapolsek Batangangkola, perwakilan Camat Batangangkola, Ketua MUI Kecamatan Batangangkola, perwakilan KUA, komite sekolah, Kepala SKB Batangangkola, mahasiswa PPL UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, para ustaz, serta seluruh warga sekolah. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ustaz H. Herman S.Ag mengajak para siswa memahami Isra Mi’raj sebagai perjalanan spiritual yang sarat hikmah. Ia mengisahkan bagaimana peristiwa itu terjadi pada masa sulit Rasulullah SAW setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib. Dari peristiwa tersebut, umat Islam menerima perintah shalat lima waktu sebagai fondasi kehidupan. “Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi benteng yang menjaga manusia dari perbuatan keji dan mungkar,” ujarnya, disambut khusyuk para peserta.
Kepala SMAN 1 Batangangkola, Jahrona S.Pd, menegaskan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiyah tidak berhenti sebagai ceramah semata. Seluruh pesan spiritual dicatat dan diintegrasikan dalam pembelajaran karakter siswa. Ia menyebut Ramadhan sebagai “laboratorium spiritual” yang melatih kesabaran, pengendalian diri, serta pembentukan kebiasaan baik yang berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. “Kami ingin siswa tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara mental, berakhlak baik, dan memiliki ketahanan spiritual,” ungkapnya penuh harap.
Penjelasan tentang tingkatan puasa turut menambah wawasan para siswa. Mulai dari puasa orang awam yang menahan lapar dan dahaga, puasa khusus yang menjaga seluruh pancaindra, hingga puasa khususul khusus yang menjaga hati dari segala hal yang menjauhkan diri dari Allah. Pemahaman ini menghadirkan kesadaran bahwa Ramadhan adalah perjalanan memperbaiki diri secara menyeluruh—fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Suasana semakin hangat ketika grup nasyid sekolah tampil menghibur. Lantunan lagu-lagu religi menggema, mengajak hadirin larut dalam rasa syukur dan harapan. Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh makna.
Peringatan Isra Mi’raj di SMAN 1 Batangangkola pun meninggalkan kesan mendalam. Di tengah kebersamaan yang terjalin, terselip doa dan harapan agar Ramadhan yang akan datang menjadi momentum penyucian jiwa serta awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik bagi seluruh warga sekolah.(PS/BERMAWI)


