Mashja Ar-Rauda Apresiasi Kepimpinan Rico-Zaki, Ekonomi Kota Medan Tumbuh Daya Beli Menguat

/ Senin, 23 Februari 2026 / 03.15.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Dalam rangka satu tahun kepemimpinan Riko Tri Putra Waas sebagai Wali Kota Medan dan Zakiyuddin Harahap sebagai Wakil Wali Kota Medan, Majelis Da'i Da'iyah yang tergabung di Mashja Ar-Raudha Sumatera Utara menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian pembangunan Kota Medan yang terbukti nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Mashja Ar-Raudha Sumatera Utara Burhanuddin, SE, Minggu (22/2/2026) menjabarkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Medan berada di kisaran 5,1%–5,4%, melampaui rata-rata provinsi. Stabilitas inflasi yang terjaga di rentang 2,5%–3% turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat dan kestabilan harga kebutuhan pokok.

Pada sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan, seiring tumbuhnya sektor UMKM, jasa, perdagangan, serta investasi daerah.

Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan Riko–Zakiyuddin mampu menggerakkan ekonomi rakyat secara nyata, bukan sebatas wacana.

UMKM Bangkit, Infrastruktur Bergerak, SDM Menguat

Ditambahkan Burhanuddin, SE, Pemerintah Kota Medan sukses mendorong kebangkitan UMKM melalui program pembinaan, pelatihan, fasilitasi permodalan, dan digitalisasi pasar. Dampaknya, ekonomi kerakyatan semakin kokoh dan inklusif.

"Di sektor infrastruktur, pembangunan dan revitalisasi jalan, drainase, pengendalian banjir, penataan kawasan kota, dan ruang publik telah meningkatkan kenyamanan, produktivitas, serta kualitas hidup warga," katanya.

Sementara, lanjut mantan Ketua PCNU Medan ini, pada pembangunan SDM, berbagai program pendidikan, pembinaan generasi muda, dan penguatan karakter menjadi investasi strategis dalam menciptakan generasi Medan yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak.

Kritik Personal Bukan Cermin Kepedulian Publik

Mashja  Ar-Raudha Sumatera Utara, lanjut Burhanuddin, SE, menilai bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya berbasis kinerja, data, dan kepentingan publik, bukan menyerang aspek personal, gaya, atau preferensi individual pemimpin.

Kritik yang bersifat mencibir dan menyerang pribadi justru mengaburkan substansi pembangunan, serta berpotensi lahir dari kepentingan sempit kelompok tertentu yang tidak terakomodir.

"Kami menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah bagian demokrasi, namun harus dijalankan secara etis, objektif, dan konstruktif, demi kemajuan Kota Medan," ungkapnya.

Ketua MASHJA Ar-Raudha Sumatera Utara, Burhanuddin, SE, menyampaikan, dalam satu tahun kepemimpinan Riko–Zakiyuddin telah membuktikan kerja nyata. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, kompak, dan solid mendukung pimpinan yang telah kita pilih secara demokratis.”

Terpisah, Sekretaris Mashja Ar-Rauda Sumut Ananda Abdinesia Sitepu, SH menjabarkan, ketika rakyat berdiri di belakang pemimpinnya, maka pemimpin akan memiliki keberanian moral dan politik untuk bertindak tegas, menegakkan peraturan daerah, serta membersihkan praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

Menambahkan, Koordinator Da’i Mashja Ar-Rauda Sumut Ustadz H. Fuad Sinaga, M.Ag, menegaskan, persatuan umat dan masyarakat adalah energi besar dalam membangun kota. Dukungan publik akan memperkuat langkah pemimpin dalam mewujudkan Medan yang adil, maju, dan bermartabat.

Sebagai Penutup Mashja  Ar-Raudha Sumatera Utara mengajak seluruh masyarakat meninggalkan politik kebencian, memperkuat persatuan, dan mengawal pembangunan, demi terwujudnya Kota Medan yang maju, religius, sejahtera, dan berkeadilan. (PS/REL)

Komentar Anda

Terkini: