POSKOTASUMATRA.COM - ACEH TENGGARA - Masih banyaknya murid sekolah dasar (SD) yang belum pandai membaca, khususnya di kelas 1 dan 2, kembali menjadi sorotan publik. Pasca pelantikan kepala sekolah, Bupati dinilai seharusnya menekankan secara tegas kepada para kepala sekolah yang baru dilantik agar memiliki target yang jelas dalam pembinaan kemampuan membaca peserta didik di kelas awal.
Pengamat politik dan pendidikan, Nasrun Zaman, menilai bahwa lemahnya kemampuan membaca siswa SD merupakan persoalan mendasar yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pelantikan kepala sekolah semestinya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan literasi dasar, terutama bagi siswa kelas 1 dan 2.
“Masih banyak anak SD yang belum bisa membaca dengan baik. Ini seharusnya menjadi perhatian utama. Bupati perlu menekankan kepada kepala sekolah agar memiliki target yang jelas dan terukur dalam pembinaan kemampuan membaca anak didik,” ujar Nasrun Zaman dalam keterangannya kepada poskotasumatra.com, Sabtu (14/02/2026)
Ia juga menyoroti besarnya anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah setiap tahun. Menurutnya, dana BOS yang begitu besar jangan sampai disia-siakan dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya literasi dasar.
“Dana BOS itu besar. Jangan hanya habis untuk kebutuhan administratif. Harus ada alokasi yang serius untuk peningkatan kemampuan membaca siswa, seperti pelatihan guru, penyediaan buku bacaan, dan program pendampingan siswa kelas awal,” tegasnya.
Nasrun juga mengingatkan para kepala sekolah yang baru dilantik agar tidak hanya fokus pada urusan administrasi dan jabatan, tetapi benar-benar bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. Ia menilai keberhasilan kepala sekolah salah satunya dapat diukur dari kemampuan dasar siswa, terutama membaca, menulis, dan berhitung.
Dengan masih tingginya jumlah murid SD yang belum pandai membaca, ia berharap Bupati dan jajaran dinas pendidikan dapat segera mengambil langkah konkret dan menjadikan peningkatan literasi kelas awal sebagai prioritas utama dalam kebijakan pendidikan daerah. (PS/AZHARI)

