Menata Iman Sejak Sekolah: Isra Mi’raj SMKN 1 Batangangkola Jadi Momentum Sambut Ramadhan

/ Kamis, 12 Februari 2026 / 12.57.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL – Suasana khidmat menyelimuti halaman SMKN 1 Batangangkola, Kamis (12/2/2026), saat seluruh warga sekolah berkumpul memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Dengan tema “Memperkuat Pondasi Isra Mi’raj Menuju Kemenangan di Bulan Suci Ramadhan”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual yang hangat, menyatukan nilai keagamaan dengan semangat pendidikan.


Kepala SMKN 1 Batangangkola, Nelvida Melda Lubis, M.Pd, dalam sambutannya mengajak seluruh siswa menjadikan Isra Mi’raj sebagai pelajaran hidup, bukan sekadar kisah sejarah. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin ibadah, dan integritas. Baginya, nilai-nilai Isra Mi’raj sejalan dengan tujuan sekolah dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.


Kegiatan berlangsung semarak dan penuh kreativitas. Para siswa tampil percaya diri memandu acara dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, menunjukkan kemampuan akademik sekaligus keberanian tampil di depan publik. 


Penampilan nasyid, tari kreasi, lagu religi, hingga drama Sampuraga yang sarat pesan moral membuat suasana religius terasa hidup dan menyentuh hati para hadirin.


Momen paling menyentuh hadir saat tausiah yang disampaikan Ustaz Taufik Hidayat Hasibuan. Ia mengisahkan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW sebelum peristiwa Isra Mi’raj, termasuk masa-masa duka setelah wafatnya Abu Thalib dan Khadijah. Kisah perjalanan ke Thaif yang diwarnai penolakan masyarakat menjadi pelajaran tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan di tengah ujian hidup.


Dalam penjelasannya, Ustaz Taufik menegaskan bahwa inti Isra Mi’raj adalah turunnya perintah shalat lima waktu sebagai sarana komunikasi langsung manusia dengan Allah SWT. Ia menggambarkan bagaimana kewajiban shalat yang awalnya 50 waktu diringankan menjadi lima waktu, namun tetap memiliki pahala yang sama. Pesan ini mengingatkan siswa bahwa shalat adalah fondasi utama dalam membangun kedekatan spiritual.


Ia juga mengaitkan shalat dengan zakat dan puasa sebagai pilar pembinaan diri. Zakat menyucikan harta dan jiwa, sedangkan puasa menjadi benteng dari perbuatan buruk. Menjelang Ramadhan, siswa diajak memperbanyak taubat, memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama, serta meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial.


Tak hanya motivasi spiritual, kegiatan ini juga memberikan edukasi fiqih tentang puasa, termasuk kondisi yang membolehkan seseorang tidak berpuasa seperti sakit, kehamilan, atau usia lanjut. Pesan ini menegaskan pentingnya memahami ilmu sebelum menjalankan ibadah agar Ramadhan dijalani dengan benar dan berkualitas.


Kegiatan ditutup dengan ajakan saling memaafkan di bulan Sya’ban sebagai persiapan memasuki Ramadhan. Peringatan Isra Mi’raj di SMKN 1 Batangangkola pun meninggalkan kesan hangat: sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang menata iman dan menumbuhkan harapan untuk menjadi generasi yang lebih baik. (BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: