Kepala SMAN 1 Angkola Barat Salamat Siregar S.Pd M.Si
POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL – Suasana halaman SMA Negeri 1 Angkola Barat, Kamis (12/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Deretan siswa berseragam rapi duduk berbaris dengan wajah teduh, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun pelan, membuka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan penyambutan Bulan Suci Ramadhan. Momentum ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang hangat untuk menata hati dan memperkuat iman bersama.
Kepala SMAN 1 Angkola Barat, Salamat Siregar, S.Pd., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai pembelajaran spiritual yang hidup dan membumi. Baginya, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang menumbuhkan kesadaran batin, kesiapan mental, dan keimanan siswa dalam menyambut bulan suci yang penuh keberkahan.
Dalam balutan suasana khidmat, rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh makna. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, hingga tausiyah, seluruh warga sekolah—siswa, guru, dan tenaga kependidikan—terlibat aktif. Wajah-wajah antusias terlihat dari barisan peserta yang menyimak setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian, seakan meresapi setiap pesan yang disampaikan.
Peristiwa Isra’ Mi’raj sendiri diangkat sebagai titik refleksi penting. Kisah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang menegaskan kewajiban shalat dipahami sebagai pelajaran mendalam tentang ketaatan dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut diselaraskan dengan pendidikan karakter di sekolah, menjadikan momen ini sebagai sarana internalisasi akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh Ustadz Hamdan Firdaus Siregar, S.Pd.I, yang mengajak siswa memaknai shalat lebih dari sekadar kewajiban ritual. Ia menekankan bahwa shalat adalah latihan kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan—nilai-nilai yang sangat dibutuhkan generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi berintegritas dan berprestasi.
Tak hanya berbicara tentang ibadah personal, tausiyah juga menghangatkan hati dengan pesan ukhuwah. Ramadhan disebut sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan empati, serta membiasakan diri berbagi kepada sesama. Pesan ini terasa dekat dengan kehidupan para siswa, yang setiap hari belajar hidup bersama dalam kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari sinergi pendidikan karakter yang didorong Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara melalui Cabang Dinas Wilayah XI. Integrasi nilai religius dalam aktivitas sekolah dipandang sebagai langkah strategis membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian yang kuat.
Menutup kegiatan, harapan besar pun terucap. Melalui semangat Isra’ Mi’raj dan keberkahan Ramadhan, keluarga besar SMAN 1 Angkola Barat ingin menanamkan kesadaran spiritual yang berkelanjutan. Mereka berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, lembut dalam akhlak, dan siap memberi kontribusi positif bagi masyarakat.(PS/BERMAWI)

