Musrenbang Marancar 2027: Sinergi Bangkit Tapsel Lewat Perencanaan Partisipatif

/ Jumat, 13 Februari 2026 / 11.43.00 WIB



POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Semangat kolaborasi pembangunan daerah mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Marancar Tahun 2027 yang digelar di Aula Kantor Camat Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (13/2/2026). Forum tahunan ini mengusung tema Sinergi Tapsel Bangkit sebagai upaya memperkuat arah kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat serta pemulihan pascabencana yang terintegrasi.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan doa bersama sebagai simbol komitmen nasionalisme serta harapan terhadap keberhasilan pembangunan daerah. 

Hadir mewakili Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu melalui Kepala Dinas Pariwisata, Camat Marancar Hj. Rosnanni Pasaribu, unsur OPD, kepala desa, lurah, fasilitator desa, serta perwakilan Danramil Batangtoru.

Dalam sambutannya, Camat Marancar Hj.Rosnanni Pasaribu S.Pd MM menegaskan bahwa Musrenbang merupakan ruang strategis untuk merumuskan prioritas pembangunan tahun 2027 secara inklusif. Ia berharap seluruh usulan yang lahir dari proses partisipatif dapat dikawal hingga tahap penganggaran sehingga tidak berhenti pada tataran perencanaan. Secara konseptual, Musrenbang diposisikan sebagai mekanisme bottom-up planning yang menjamin keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pembangunan daerah.


Perwakilan Bupati Tapsel Yang Disampaikan kadis Pariwisata  H.Abdul Saftar  menambahkan bahwa Musrenbang RKPD merupakan kelanjutan dari musyawarah desa dan kelurahan yang berfungsi menyelaraskan rencana jangka panjang dan menengah daerah. Fokus kebijakan diarahkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi pascabencana, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kesejahteraan masyarakat melalui perencanaan yang terintegrasi dan berbasis data.


Secara ilmiah, arah kebijakan pembangunan menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja. Pendekatan ini sejalan dengan konsep people-centered development dalam teori pembangunan berkelanjutan yang menempatkan manusia sebagai subjek sekaligus tujuan pembangunan.Dengan pendekatan tersebut, diharapkan ketahanan daerah terhadap tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan dapat semakin kuat.


Paparan dari Bappeda Tapanuli Selatan mengungkapkan total pagu indikatif Kecamatan Marancar mencapai Rp21.662.557.000. Selain itu, disampaikan pula daftar kegiatan tahun 2026 yang tidak diajukan kembali pada 2027 guna menghindari duplikasi program.Kecamatan Marancar juga masuk wilayah prioritas pemulihan bencana, dengan sejumlah usulan telah diajukan ke kementerian melalui dokumen R3P.

Musrenbang ditutup dengan sesi penyampaian usulan dari kepala desa dan lurah se-Kecamatan Marancar. Forum ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa sebagai fondasi kebangkitan daerah. Melalui komitmen bersama, pembangunan diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: