Mengusung tema “Bawaslu dan Tantangan Demokrasi Lokal di Tapanuli Selatan”, kegiatan ini dirancang sebagai dialog partisipatif yang membumi. Momentum ngabuburit dipilih sebagai pendekatan kultural yang dekat dengan masyarakat. Di tengah nuansa spiritual Ramadhan, diskusi tentang integritas, kejujuran, dan tanggung jawab publik terasa lebih reflektif dan menyentuh sisi kemanusiaan peserta.
Talkshow yang dipandu Monalisa S. Pulungan, SH berlangsung komunikatif dan hangat. Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Tapanuli Selatan, Vernando M. Aruan, ST., C.Med, sebagai narasumber utama, menekankan bahwa tantangan demokrasi lokal tidak hanya berbicara soal prosedur dan regulasi, tetapi juga soal kesadaran moral kolektif. Praktik politik uang, polarisasi pilihan, hingga rendahnya partisipasi pengawasan menjadi isu yang dibedah secara terbuka dan jujur.
Secara ilmiah, demokrasi lokal dipahami sebagai fondasi penting dalam sistem politik Indonesia. Ia menjadi ruang artikulasi kepentingan masyarakat secara langsung. Karena itu, pengawasan pemilu tidak dapat bersifat elitis atau eksklusif. Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa pengawasan partisipatif merupakan model strategis—masyarakat didorong menjadi subjek aktif yang berani melaporkan pelanggaran dan menolak segala bentuk manipulasi politik.
Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi demokrasi berkelanjutan. Pendidikan politik dinilai sebagai benteng sosial menghadapi disinformasi dan praktik manipulatif yang kian kompleks di era digital. Nilai-nilai Ramadhan seperti kejujuran, pengendalian diri, dan tanggung jawab moral diharapkan menjadi energi etis dalam setiap proses demokrasi, sehingga pengawasan tidak hanya prosedural, tetapi juga bermartabat.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang muncul—mulai dari mekanisme pelaporan pelanggaran hingga jaminan netralitas penyelenggara. Interaksi dialogis ini menunjukkan bahwa masyarakat Tapanuli Selatan memiliki kepedulian tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas. Ruang diskusi semacam ini terbukti efektif membangun kedekatan emosional antara lembaga pengawas dan publik.
Melalui semangat #SahabatBawaslu dan #NgabuburitPengawasan, Bawaslu Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Demokrasi yang sehat lahir dari partisipasi kolektif, bukan semata kerja institusi. Di bulan suci yang penuh berkah ini, semangat menjaga pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas diharapkan semakin tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Tapanuli Selatan. (PS/BERMAWI)

