Panen Kacang Panjang di Sekolah, Langkah Nyata Cetak Wirausahawan Muda Pertanian

/ Senin, 09 Februari 2026 / 20.14.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Panen kacang panjang yang dilakukan siswa-siswi kelas X Program Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK Negeri 1 Muara Batangtoru hari ini Senin (9/2-2026) menjadi bukti konkret penerapan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah vokasi.

 Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan proses budidaya hortikultura, tetapi juga merefleksikan integrasi antara teori agronomi, manajemen budidaya, dan keterampilan kewirausahaan sejak dini.

Dalam perspektif ilmiah, budidaya kacang panjang (Vigna unguiculata sesquipedalis) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki siklus tanam relatif singkat serta nilai gizi tinggi.

Melalui kegiatan ini, siswa mempraktikkan tahapan budidaya mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih unggul, teknik penanaman, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu (PHT). Proses tersebut menjadi laboratorium hidup yang memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep pertumbuhan tanaman dan keberlanjutan pertanian.

Kepala SMKN 1 Muara Batangtoru, Dr. Siti Masitoh Sinaga, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan panen ini merupakan bagian dari strategi pendidikan vokasi yang menekankan pembelajaran kontekstual.

Menurutnya, siswa harus mampu melihat pertanian bukan sekadar praktik teknis, tetapi juga sebagai sektor strategis yang memiliki potensi ekonomi dan ketahanan pangan.Pendekatan ini selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan penguatan kompetensi abad ke-21.

Dari sisi produktivitas, hasil panen menunjukkan pertumbuhan tanaman yang optimal berkat penerapan teknik budidaya yang tepat.Penggunaan pupuk organik dan pengelolaan irigasi sederhana menjadi faktor penting dalam menjaga kesuburan tanah serta efisiensi penggunaan sumber daya. Hal ini sekaligus mengajarkan siswa pentingnya prinsip pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Kegiatan panen juga memberikan pengalaman nyata dalam aspek pascapanen dan pemasaran. Siswa dilibatkan dalam proses sortasi, pengemasan, hingga simulasi penjualan hasil panen. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada produksi, tetapi berlanjut hingga rantai nilai agribisnis, sehingga siswa memahami potensi usaha pertanian secara komprehensif.

Secara pedagogis, praktik lapangan seperti ini terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa. Interaksi langsung dengan tanaman dan hasil kerja nyata mampu membangun rasa tanggung jawab, kerja sama tim, serta kemampuan problem solving. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan yang siap kerja, mandiri, dan inovatif.

Panen kacang panjang hari ini menjadi simbol keberhasilan sinergi antara pendidikan, praktik lapangan, dan visi penguatan sektor pertanian lokal. SMKN 1 Muara Batangtoru terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan daerah.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: