Pembkab Humbahas Di Sumatera Utara Perkuat Tata Kelola Transparan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor

/ Kamis, 26 Februari 2026 / 18.22.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Bupati Humbang Hasundutan, , menerima audiensi Lasro Simbolon bersama Tim Transformasi pada Kamis (26/2), sebagai bagian dari komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, konsolidasi kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia dalam kerangka administrasi pemerintahan daerah di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati, Doloksanggul, tersebut mempertemukan unsur pimpinan pemerintah daerah, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta pemangku kepentingan dari perguruan tinggi dalam dialog strategis guna memperkuat kolaborasi pembangunan.

Pembahasan difokuskan pada tiga pilar utama: Pertama, konsolidasi kepengurusan Parna Indonesia, di mana Lasro Simbolon menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan Formatur, dengan tujuan memperkuat soliditas organisasi serta peran partisipatif dalam pembangunan daerah dan nasional.

Kedua, penguatan Punguan Simbolon Tuan Nahoda Raja sebagai wadah pelestarian nilai-nilai adat Batak sekaligus penguatan persatuan sosial dalam kerangka kebangsaan.

Ketiga, penjajakan kerja sama formal antara Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Universitas Katolik Santo Thomas yang difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Bupati Humbahas Oloan P. Nababan menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjunjung tinggi prinsip legalitas, transparansi, serta akuntabilitas publik.

Seluruh rencana kolaborasi akan dituangkan dalam instrumen hukum yang jelas, memiliki indikator kinerja yang terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun kepada masyarakat luas.

Audiensi ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang terstruktur dan berkelanjutan, dengan menjadikan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan sebagai fondasi arsitektur pembangunan daerah yang inklusif dan berdaya saing. (PS/B.Nababan) 

Komentar Anda

Terkini: