POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Bupati Humbang Hasundutan, , menerima kunjungan Wakil Ketua Yayasan Santo Thomas, , bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Beasiswa dan Alumni serta Dekan Fakultas Pertanian , di ruang kerja Bupati, Kompleks Perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul, Kamis (26/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Rektor , serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) lanjutan dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Humbahas.
Agenda utama pertemuan adalah penyusunan kerangka kerja sama strategis di bidang pendidikan dan pertanian. Kerja sama ini difokuskan pada implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di sektor pendidikan, program yang dirancang meliputi pembukaan akses studi lanjut bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Program Magister (S2) Hukum dan Magister (S2) Manajemen melalui sistem pembelajaran daring (online).
Sementara di sektor pertanian, kerja sama diarahkan pada pengembangan sistem pertanian terpadu dari hulu hingga hilir berbasis riset dan inovasi teknologi.
Kerja sama ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, pimpinan Yayasan Santo Thomas, serta jajaran pimpinan Universitas Katolik Santo Thomas, termasuk unsur rektorat dan Fakultas Pertanian. OPD teknis yang berkaitan dengan pendidikan, kepegawaian, dan pertanian juga akan dilibatkan dalam tahap implementasi.
Pertemuan dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, di ruang kerja Bupati Humbang Hasundutan, Perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul.
Bupati Oloan Paniaran Nababan menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur merupakan kebutuhan mendesak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berbasis kinerja.
“Peningkatan kompetensi ASN melalui pendidikan lanjutan menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. Pemerintah daerah membutuhkan aparatur yang memiliki kapasitas akademik dan manajerial yang kuat,” ujar Bupati.
Di sisi lain, sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian Kabupaten Humbang Hasundutan memerlukan dukungan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, diharapkan lahir model pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta nilai tambah hasil pertanian masyarakat.
Rencana implementasi kerja sama akan diawali dengan penandatanganan MoU antara Bupati dan Rektor Universitas Katolik Santo Thomas. Selanjutnya, akan disusun PKS teknis dengan OPD terkait untuk mengatur mekanisme pelaksanaan program, mulai dari seleksi ASN peserta studi lanjut hingga penyediaan lahan percontohan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan akan menyiapkan lahan demonstrasi (demplot) yang akan digunakan sebagai pusat penelitian dan pengujian inovasi pertanian. Lahan tersebut akan menjadi media praktik bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan riset terapan, termasuk pengembangan bibit unggul, sistem budidaya terpadu, pengolahan hasil, hingga strategi pemasaran berbasis nilai tambah.
Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi langsung diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Humbang Hasundutan diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional serta sektor pertanian yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing. (PS/B.Nababan)
