PT Nindya Karya Amanatkan Handicraft Pass Hijaukan Huntara Batangtoru, Berdayakan Masyarakat Terdampak

/ Minggu, 22 Februari 2026 / 18.07.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL – Upaya pemulihan pascabencana di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Batangtoru memasuki fase transformasi yang lebih progresif dan berkelanjutan. Perusahaan konstruksi nasional, PT Nindya Karya, mengamanatkan program Handicraft Pass sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan penghijauan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Program Handicraft Pass merupakan inisiatif yang dibina oleh UMKM Provinsi Sumatera Utara bersama Dinas Koperasi Sumatera Utara. Skema ini dirancang tidak hanya sebagai proyek estetika lingkungan, tetapi sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas yang mendorong partisipasi aktif warga, khususnya mereka yang terdampak pengangguran pascabencana. 


Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat. Secara ekologis, penghijauan kawasan Huntara memiliki dampak signifikan terhadap kualitas lingkungan mikro.


 Penataan tanaman hias, taman vertikal, serta elemen dekorasi berbasis material ramah lingkungan terbukti mampu meningkatkan kualitas udara, menurunkan suhu permukaan, serta menciptakan ruang terbuka hijau yang mendukung kesehatan fisik dan psikologis warga.


Dalam konteks rehabilitasi pascabencana, lingkungan yang tertata asri berkontribusi terhadap pemulihan trauma dan stabilitas emosional masyarakat.

Program ini juga mengusung desain dekorasi modular yang mudah dirakit dan dirawat. Konsep tersebut memungkinkan warga terlibat langsung dalam proses pemasangan, perawatan tanaman, hingga pengelolaan ruang terbuka.


 Model partisipatif ini memperkuat rasa memiliki (sense of belonging) serta meningkatkan keterampilan praktis masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan kewirausahaan berbasis kerajinan.

Satli Siregar menegaskan bahwa kehadiran Handicraft Pass bukan sekadar proyek penghijauan, melainkan gerakan pemberdayaan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat Tapanuli Selatan. Melalui pelibatan tenaga kerja lokal, program ini membuka peluang kerja produktif sekaligus mengurangi angka pengangguran di kawasan terdampak.


Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, sinergi antara sektor korporasi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM mencerminkan implementasi prinsip triple bottom line—yakni keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Handicraft Pass menjadi contoh praktik tanggung jawab sosial perusahaan yang terukur, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Hadirnya Handicraft Pass di Huntara Batangtoru menandai babak baru pemulihan berbasis lingkungan di Tapanuli Selatan. Lebih dari sekadar penghijauan, program ini menjadi simbol harapan dan kebangkitan, bahwa dari ruang hunian sementara dapat tumbuh ekosistem sosial yang produktif, hijau, dan berdaya saing.


Hadirnya UMKM handicraf ini di Tapsel yamg berdomisili di Kecamatan Angkola Barat,dapat mengajak kaum milenial berkarya untuk penyedia lapangan kerja. (PS/BERMAWI)




Komentar Anda

Terkini: