POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN — Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti kediaman Baihaqi Hasibuan di Jalan Bhakti PU, Kota Padangsidimpuan, Ahad (8/2/2026). Tawa anak-anak, percakapan para orang tua, serta nasihat para sesepuh berpadu dalam satu ruang kebersamaan, menandai pelaksanaan tradisi punggahan keluarga besar Ikatan Keluarga Keturunan Sutan Malim Hasibuan (IKA-KUSUMAH) dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
Pertemuan tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, melainkan ruang sosial yang merekatkan hubungan lintas generasi. Secara sosiologis, tradisi punggahan berfungsi sebagai mekanisme penguatan modal sosial keluarga—sebuah jaringan kepercayaan, nilai, dan solidaritas yang terbukti penting dalam menjaga kohesi komunitas di tengah dinamika kehidupan modern.IKA-KUSUMAH sendiri merupakan wadah kekerabatan keturunan Alm. Sutan Malim Hasibuan yang berdiri sejak 2012.
Selama lebih dari satu dekade, tradisi silaturrahmi menjelang Ramadhan terus dijaga secara konsisten. Bagi keluarga besar ini, punggahan menjadi media transmisi nilai religius, budaya, serta identitas keluarga kepada generasi muda, sekaligus menjaga kesinambungan memori kolektif keluarga.
Kehadiran anggota keluarga dari berbagai daerah—Medan, Pekanbaru, Bagan Batu, Simangambat, Batang Toru hingga Padangsidimpuan—menunjukkan kuatnya ikatan emosional dalam jaringan kekerabatan ini. Mobilitas geografis yang tinggi tidak memutus hubungan sosial, melainkan justru mempertegas fungsi pertemuan tahunan sebagai ruang “reuni sosial” yang memperbarui kedekatan emosional antaranggota keluarga.
Ketua IKA-KUSUMAH, H. Hubban Hasibuan, menegaskan bahwa organisasi keluarga ini dibangun di atas semangat ukhuwah Islamiyah. Ia menekankan bahwa keanggotaan tidak dibatasi oleh garis keturunan semata, tetapi juga merangkul keluarga melalui pernikahan sebagai bagian integral. Pendekatan inklusif ini dinilai memperluas jaringan dukungan sosial sekaligus memperkuat struktur keluarga besar.
Sejak 2012, silaturrahmi IKA-KUSUMAH berpindah dari rumah ke rumah anggota keluarga di berbagai daerah. Tradisi berpindah lokasi ini tidak hanya memperluas partisipasi, tetapi juga memperkaya pengalaman kolektif keluarga melalui interaksi lintas wilayah.Tahun 2026, kediaman Baihaqi Hasibuan menjadi titik temu terbaru dalam perjalanan panjang tradisi yang terus berlanjut setiap tahun.
Penasehat IKA-KUSUMAH, H. Soleh Tanjung, menyebut kegiatan silaturrahmi sebagai investasi sosial bagi generasi cucu dan cicit. Acara yang diisi tausiyah oleh Ustadz Imom Tanjung kemudian ditutup dengan doa bersama. Harapannya, Ramadhan menjadi momentum memperkuat iman, kebersamaan, dan kepedulian sosial—sebuah pengingat bahwa di tengah arus modernitas, keluarga tetap menjadi tempat pulang yang paling bermakna.(PS/BERMAWI)

