POSKOTASUMATERA.COM – MADINA — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana harap dan refleksi terasa hangat di lingkungan SMAN 2 Siabu. Kepala sekolah, Amir Hasan Harahap, S.Pd menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat tentang makna puasa sebagai proses pendidikan spiritual sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Amir, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa adalah perjalanan batin yang mengajarkan manusia memahami dirinya sendiri, mengelola emosi, serta memperkuat hubungan dengan sesama. Ia menggambarkan bulan suci sebagai ruang belajar yang tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga dalam keseharian siswa.
Dalam perspektif psikologis, ia menjelaskan bahwa puasa melatih pengendalian diri yang berdampak pada ketahanan mental dan emosional. Siswa belajar menunda kepuasan instan, meningkatkan fokus belajar, serta menjaga keseimbangan emosi. Nilai-nilai ini, menurutnya, menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan sosial di masa depan.
Ia juga menekankan bahwa kesabaran adalah inti dari ibadah puasa. Kesabaran bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi kemampuan mengendalikan reaksi, menahan amarah, dan tetap berbuat baik dalam kondisi apa pun. Bagi dunia pendidikan, kesabaran adalah soft skill yang menentukan keberhasilan siswa dalam membangun relasi, menyelesaikan konflik, dan meraih prestasi.
Ramadhan juga menghadirkan dimensi sosial yang kuat. Tradisi berbagi takjil, sedekah, hingga kegiatan sosial menjadi sarana nyata menumbuhkan empati. Amir melihat momen ini sebagai kesempatan emas bagi siswa untuk belajar peduli, merasakan kesulitan orang lain, dan memahami pentingnya kebersamaan dalam masyarakat.
Dalam konteks pendidikan karakter, momentum Ramadhan diharapkan mampu menumbuhkan integritas dan etika. Nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian sosial yang dipupuk selama bulan suci diharapkan tidak berhenti sebagai ritual tahunan, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Amir mengajak seluruh peserta didik menjadikan Ramadhan sebagai waktu terbaik meningkatkan kualitas diri, baik spiritual maupun intelektual. Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara prestasi akademik dan pembinaan akhlak adalah fondasi penting dalam membentuk generasi unggul yang berkarakter.
Menutup pesannya, ia menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim. Ia berharap Ramadhan 1447 H menjadi momentum memperkuat iman, memperbanyak amal, serta menumbuhkan semangat kebersamaan demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.(PS/BERMAWI)
