Ramadhan sebagai Laboratorium Karakter: SMAN 1 Batangangkola Perkuat Spiritualitas dan Disiplin Siswa

/ Rabu, 25 Februari 2026 / 21.44.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Dalam upaya mengoptimalkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai ruang pembinaan karakter dan spiritualitas, SMAN 1 Batangangkola menggelar serangkaian kegiatan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Program tersebut meliputi tadarus Al-Qur’an, pelaksanaan salat dhuha, serta salat zuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai religius di lingkungan sekolah.


Secara pedagogis, pembiasaan ibadah dalam konteks pendidikan formal memiliki relevansi signifikan dalam membangun kecerdasan spiritual (spiritual quotient) siswa. Melalui tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, peserta didik tidak hanya dilatih dalam kemampuan membaca dan memahami ayat suci, tetapi juga diajak merefleksikan nilai-nilai moral universal seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati.Pendekatan ini sejalan dengan paradigma pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara simultan.

Pelaksanaan salat dhuha berjamaah di musala sekolah menjadi instrumen pembentukan disiplin dan kesadaran diri. Ibadah sunnah ini dilaksanakan secara terjadwal dengan pendampingan guru Pendidikan Agama Islam. Dalam perspektif psikologi pendidikan, rutinitas spiritual yang konsisten dapat membentuk regulasi diri (self-regulation) dan meningkatkan ketenangan emosional siswa. Dengan demikian, ibadah tidak dipahami sebatas kewajiban ritual, tetapi sebagai kebutuhan batin yang berdampak positif terhadap motivasi dan konsentrasi belajar.


Sementara itu, salat zuhur berjamaah menghadirkan dimensi sosiologis yang kuat dalam membangun solidaritas sosial di kalangan warga sekolah. Praktik ibadah kolektif mendorong terciptanya kohesi sosial, rasa kebersamaan, serta tanggung jawab komunal. Pembagian peran seperti imam, muadzin, dan petugas kultum yang dilakukan secara bergilir turut melatih kepemimpinan, keberanian berbicara di depan publik, serta sikap tanggung jawab pada siswa.


Kepala sekolah, Jahrona, S.Pd., menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Ramadhan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia. Menurutnya, sekolah memiliki mandat strategis tidak hanya dalam meningkatkan capaian akademik, tetapi juga dalam menanamkan fondasi moral dan spiritual sebagai bekal kehidupan bermasyarakat.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program ini dirancang agar nilai-nilai religius yang ditanamkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Melalui pembiasaan yang sistematis dan berkelanjutan, sekolah berharap terbentuk karakter permanen yang tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.


Dengan rangkaian kegiatan tadarus, salat dhuha, dan salat zuhur berjamaah, SMAN 1 Batangangkola menunjukkan komitmennya dalam menjadikan Ramadhan sebagai laboratorium karakter. Momentum ini tidak sekadar menghadirkan suasana religius, tetapi juga menjadi wahana transformasi pendidikan yang memadukan keunggulan intelektual dengan keteguhan iman dan takwa. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: