POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Menjelang waktu berbuka puasa, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Selatan. Mengusung tema “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu Menuju Pemilu 2029”, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi formal, tetapi juga ruang refleksi moral yang menyentuh sisi kemanusiaan para pengawas pemilu.
Ramadhan dimaknai sebagai momentum membersihkan niat, memperkuat integritas, sekaligus meneguhkan komitmen menjaga demokrasi.Di tengah kesederhanaan suasana ngabuburit, para peserta duduk berdampingan, berdiskusi dengan penuh keterbukaan. Tidak sekadar membahas strategi teknis, forum ini menjadi ajang saling berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan. Ada kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah publik yang menuntut kejujuran dan keberanian moral.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan, Taufik Hidayat, SE, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kelembagaan harus dimulai dari pembenahan integritas personal. Menurutnya, soliditas internal dan kesamaan visi menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah lembaga. “Pengawasan bukan hanya soal aturan, tetapi soal komitmen menjaga keadilan,” ujarnya dengan penuh penekanan, disambut anggukan para peserta yang hadir.
Secara konseptual, penguatan lembaga pengawas merupakan bagian penting dari prinsip good governance yang menekankan independensi, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas. Evaluasi berbasis pengalaman pemilu sebelumnya menjadi pijakan strategis dalam merumuskan langkah adaptif menuju Pemilu 2029 yang diprediksi semakin kompleks, terutama dengan dinamika digitalisasi politik dan meningkatnya partisipasi publik di ruang siber.
Diskusi yang berlangsung hangat juga menyoroti pentingnya pengawasan partisipatif. Masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam mencegah pelanggaran sejak dini. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pengawasan hingga ke akar rumput, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa demokrasi adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas penyelenggara.
Bagi Kabupaten Tapanuli Selatan, kualitas demokrasi lokal menjadi cerminan kualitas demokrasi nasional. Oleh karena itu, konsolidasi moral dan struktural yang dilakukan sejak dini dipandang sebagai investasi jangka panjang. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas, pengawasan diharapkan semakin responsif terhadap dinamika politik yang berkembang.
Menutup kegiatan, semangat kebersamaan terasa semakin kuat saat azan Maghrib berkumandang. Momentum berbuka puasa menjadi simbol persatuan dan harapan baru. Dengan semangat “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu,” Bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan optimistis melangkah menuju Pemilu 2029 yang lebih berintegritas, berkeadilan, dan semakin dipercaya masyarakat.(PS/BERMAWI)

