Safari Ramadan SMPS Labuhan Rasoki: Menyemai Spiritualitas dan Pengabdian Sosial di 19 Masjid

/ Sabtu, 28 Februari 2026 / 08.23.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Suasana hangat Ramadan terasa berbeda bagi para siswa SMPS Labuhan Rasoki tahun ini. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Yunaidi S. Batubara, S.Pd, mereka tak hanya menjalani ibadah di lingkungan sekolah, tetapi turun langsung menyapa masyarakat melalui program Safari Ramadan yang menjangkau 19 masjid di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, serta Kecamatan Muara Tais.


Bagi para siswa, perjalanan dari satu masjid ke masjid lainnya bukan sekadar agenda kunjungan. Di setiap persinggahan, mereka membaca ayat suci Al-Qur’an, menyampaikan kultum Ramadan, hingga larut dalam doa bersama jamaah. Ada rasa haru ketika suara lantunan ayat bergema di ruang-ruang ibadah yang sederhana, disambut senyum hangat para orang tua dan tokoh masyarakat setempat.


Di Padangsidimpuan Tenggara, rombongan sekolah disambut penuh antusias. Anak-anak yang biasanya duduk di bangku kelas kini berdiri percaya diri di depan jamaah, menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Momen ini menjadi ruang tumbuh bagi keberanian dan kemampuan komunikasi mereka. Lebih dari itu, kehadiran para siswa memberi energi baru bagi masjid, memperlihatkan bahwa generasi muda siap mengambil peran dalam memakmurkan rumah ibadah.



Perjalanan berlanjut ke Muara Tais, wilayah yang menyimpan kehangatan sosial yang kental. Di sana, interaksi tak hanya terjadi dalam bentuk ibadah, tetapi juga dialog ringan antara siswa dan masyarakat. Mereka mendengarkan kisah para tokoh agama, memahami nilai kebersamaan, serta belajar menghargai keberagaman pengalaman hidup. Safari Ramadan pun menjelma menjadi ruang belajar yang hidup dan menyentuh hati.


Kepala SMPS Labuhan Rasoki, Yunaidi S. Batubara, S.Pd, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan nilai akhlak dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, pendidikan sejati tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi harus melahirkan generasi yang berempati, berintegritas, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. “Ramadan adalah momentum terbaik untuk membentuk karakter itu,” ujarnya.


Dari sisi pendidikan, Safari Ramadan menjadi laboratorium sosial yang nyata. Para siswa belajar melalui pengalaman langsung—merasakan denyut kehidupan masyarakat, memahami arti kebersamaan, dan menghayati nilai spiritual secara kontekstual. Pembelajaran seperti ini meninggalkan kesan mendalam, jauh melampaui teori yang dibaca di buku pelajaran.


Menjangkau 19 masjid di dua wilayah berbeda, Safari Ramadan SMPS Labuhan Rasoki bukan hanya tentang perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin. Di setiap langkah, tertanam harapan agar generasi muda tumbuh sebagai insan religius yang mampu mengabdi kepada masyarakat. 


Program ini menjadi bukti bahwa sekolah dapat hadir sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kemanusiaan—menyemai nilai yang kelak berbuah dalam kehidupan mereka dan lingkungan sekitarnya. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: