POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Hunian Sementara (Huntara) Desa Batuhula, Kecamatan Batangtoru, Sabtu (21/2/2026) siang hingga buka bersama. Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir, PT Agincourt Resources melalui Tambang Emas Martabe menghadirkan Safari Ramadhan dengan sesi trauma healing ilmiah bagi warga terdampak. Kegiatan ini memadukan pendekatan psikososial berbasis sains dengan penguatan spiritual khas bulan suci Ramadhan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Manager Community Master Muda Hasibuan, Senior Manager Community Christine Pepah, jajaran perusahaan, perwakilan Camat Batangtoru Ali Asdi Pulungan, Kepala Desa Garoga, Ketua MUI Kecamatan Batangtoru, Ketua MUI Muara Batangtoru, serta tim trauma healing dari Yayasan Abulyatama Indonesia. Kolaborasi lintas unsur ini menjadi simbol kuat bahwa pemulihan pascabencana memerlukan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Master Muda Hasibuan menegaskan bahwa komitmen perusahaan tidak berhenti pada bantuan logistik semata, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial warga. Ia mengibaratkan trauma healing sebagai upaya “mulak tondi tu badan”—mengembalikan semangat dan daya hidup yang sempat terguncang akibat kehilangan rumah, harta benda, bahkan rasa aman. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kesejahteraan mental sebagai bagian integral dari pemulihan bencana.
Secara ilmiah, trauma pascabencana dapat memicu stres akut, gangguan kecemasan, depresi, hingga gejala post-traumatic stress disorder (PTSD) apabila tidak ditangani secara tepat. Berbagai penelitian dalam psikologi bencana menunjukkan bahwa intervensi psikososial berbasis komunitas efektif meningkatkan resiliensi, terutama ketika dikombinasikan dengan dukungan sosial dan pendekatan religius.
Aktivitas kolektif seperti dialog terbuka, relaksasi terpandu, dan penguatan spiritual terbukti membantu menurunkan kadar hormon stres serta menstabilkan respons emosi.Sesi trauma healing dipandu oleh Safariyarti Saragih, S.Pd.I., M.Sos., CNNLP bersama tim dari Yayasan Abulyatama Indonesia.
Rangkaian kegiatan meliputi tausiyah tematik Ramadhan, motivasi spiritual pascabencana, relaksasi dan dzikir terpandu, edukasi pengelolaan emosi, dialog interaktif, doa bersama, hingga pembagian paket Ramadhan. Metode relaksasi yang dipraktikkan membantu mengatur pernapasan, menurunkan ketegangan fisiologis, serta menciptakan rasa aman—fondasi penting dalam proses pemulihan trauma.
Ketua MUI Kecamatan Batangtoru, Hotlan Dalimunthe, dalam tausiyahnya mengajak masyarakat memaknai musibah sebagai ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keimanan. Pendekatan religius ini selaras dengan konsep coping spiritual dalam psikologi agama, yang terbukti membantu individu membangun makna positif atas pengalaman sulit sehingga lebih adaptif menghadapi tekanan hidup.
Sementara itu, Ali Asdi Pulungan mewakili Camat Batangtoru menyampaikan apresiasi atas respons cepat perusahaan yang dinilai sigap hadir membantu warga sejak hari-hari awal bencana. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Di tengah acara, suara warga menjadi refleksi paling jujur atas makna kegiatan tersebut. Masrul Hasibuan, warga Garoga, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian perusahaan—mulai dari dukungan sandang, pangan, dapur umum selama 2,5 bulan, hingga bantuan alat berat untuk membuka kembali akses jalan. “Kami merasa tidak sendiri,” ujarnya lirih. Safari Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pemulihan kolektif—tempat harapan kembali tumbuh di antara lantunan salawat, dialog hangat, serta pembagian paket Ramadhan yang mempererat solidaritas sosial masyarakat Batangtoru.(PS/BERMAWI)

