Sinergikan Kompetensi dan Moral, SMKN 1 Marancar Rancang Pesantren Kilat Berbasis Karakter

/ Rabu, 25 Februari 2026 / 15.38.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL–Suasana ruang rapat di SMKN 1 Marancar, Rabu (25/2/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar menyusun agenda kegiatan rutin, para guru dan jajaran manajemen sekolah tengah merancang sebuah program yang menyentuh sisi terdalam pendidikan: pembentukan iman, takwa, dan akhlak mulia. Melalui Pesantren Kilat, Zuhur berjamaah sekolah vokasi ini berupaya menghadirkan ruang pembinaan spiritual yang hangat, reflektif, dan menyentuh hati para siswa.


Di tengah tuntutan dunia kerja yang kian kompetitif, SMKN 1 Marancar menyadari bahwa keterampilan teknis saja tidaklah cukup. Ada nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas yang harus tumbuh seiring dengan kompetensi keahlian. Karena itu, Pesantren Kilat dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial Ramadan, tetapi sebagai momentum memperkuat karakter siswa agar mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.


Rangkaian kegiatan dimulai dengan Sholat Dhuha berjamaah. Di pagi yang tenang, para siswa diajak menundukkan kepala, menata niat, dan meresapi makna ibadah sunnah sebagai bentuk syukur dan kedekatan kepada Allah SWT. Pembiasaan ini diyakini mampu menumbuhkan ketenangan batin sekaligus melatih kedisiplinan. Dari gerakan yang khusyuk itu, perlahan tertanam kesadaran bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kebersihan hati.


Ceramah agama oleh guru menjadi ruang dialog yang penuh makna. Dengan bahasa yang dekat dengan generasi muda, para pendidik membahas tantangan era digital, etika bermedia sosial, hingga pentingnya menjaga identitas moral di tengah arus informasi tanpa batas. Nilai-nilai agama tidak disampaikan secara menggurui, melainkan dirajut dalam kisah dan contoh nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.


Menariknya, siswa juga diberi kesempatan menyampaikan ceramah agama. Momen ini kerap menghadirkan getar haru, ketika seorang remaja yang biasanya pendiam berdiri di depan teman-temannya, menyampaikan pesan tentang bakti kepada orang tua atau pentingnya menjaga salat. Selain melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum, kegiatan ini membangun rasa tanggung jawab moral—bahwa setiap kata yang terucap adalah ajakan menuju kebaikan.


Tadarus Al-Qur’an pun dilaksanakan secara berkelompok dengan pendampingan guru. Lantunan ayat suci menggema di ruang kelas, menciptakan suasana religius yang menenangkan. Dalam kebersamaan itu, tumbuh rasa saling menguatkan dan menghargai. Siswa yang lebih fasih membimbing temannya yang masih belajar, menghadirkan budaya kolaboratif yang sarat nilai empati dan kepedulian.


Kepala SMKN 1 Marancar, Afwan Tarihoran, M.Pd, menegaskan bahwa program ini adalah wujud komitmen sekolah dalam melahirkan generasi beriman, cerdas, terampil, dan berprestasi. Dengan semangat #smkmarancarberdasi dan #berimancerdasterampilberprestasi, Pesantren Kilat diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter siswa. Di sekolah ini, kompetensi dan moral tidak dipertentangkan, melainkan disinergikan—agar lahir lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjaga nilai dan martabat di manapun mereka berada.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: